Mengubah pengalaman menjadi ide, cerita, tokoh, dan karya kreatif.
Malam itu, Stasiun Ancol tampak seperti tempat yang lupa ditinggalkan. Peron hampir kosong. Hanya satu lampu tua di ujung jalur yang terus berkedip, menyala sebentar, lalu padam sekejap, seolah-olah ada seseorang yang sedang memberi tanda dari kejauhan. Di luar pagar stasiun, angin dari arah laut berembus pelan, membawa bau asin yang bercampur dengan aroma besi basah dan lantai peron yang lembap. Budi duduk di bangku kayu dekat ruang petugas. Jaket birunya tertutup sedikit debu. Di tangan kanannya ada gelas kopi plastik yang sudah dingin sejak setengah jam lalu. Ia sudah hampir lima tahun menjaga stasiun itu, dan selama itu pula…
Hujan deras baru saja reda ketika Nina tiba di Stasiun Karet. Waktu sudah menunjukkan pukul 22.15, dan suasana stasiun terasa sunyi. Hanya ada beberapa penumpang yang menunggu kereta terakhir di peron. Nina duduk di salah satu kursi panjang di peron. Punggungnya terasa pegal setelah seharian bekerja di kantor, dan ia berharap kereta datang tepat waktu. Matanya menatap kosong ke rel basah, memantulkan cahaya lampu stasiun yang redup. Namun, ada yang aneh dengan kursi di sebelahnya. Kursi itu kosong, tapi terasa seperti “berisi”. Udara di sekitar kursi itu terasa dingin, dan Nina merasa bulu kuduknya meremang tanpa alasan. “Cuma capek, mungkin,”…