Kartu yang Baru Membuka Gerbang Setelah Namanya Dipanggil di Juanda

  • Post published:
  • Reading time:7 mins read

Anak yang ditemui Yabui sore itu beberapa kali menghapus nama tokoh dari cerita yang sedang ditulisnya. Mula-mula tokohnya bernama Dimas, lalu berubah menjadi Raka, kemudian seluruh nama dicoret dan diganti dengan kata “anak itu”. Ketika Yabui bertanya kenapa, pensil anak tersebut berhenti tepat di atas kertas. “Kalau namanya disebut, nanti dia tahu.” Yabui bertanya lagi, “Tahu apa?” Anak itu menjawab pelan, “Kalau ceritanya tentang dia.” Wawancara selesai menjelang sore. Buku catatan masuk ke tas hitam, kertas-kertas informan dirapikan, lalu perjalanan pulang membawa Yabui ke Stasiun Juanda. Bagian bawah stasiun cukup ramai. Orang masuk dari arah jalan, beberapa keluarga bergerak berkelompok,…

Tanda Kecil yang Membuat Orang Berhenti di Cisauk

  • Post published:
  • Reading time:7 mins read

Wawancara sore itu selesai ketika anak yang ditemui Yabui sedang menyusun cerita tentang jembatan. Dalam ceritanya, seseorang harus menyeberang untuk pulang, tetapi setiap kali sampai di ujung, tokohnya selalu lupa alasan pergi dari tempat semula. Anak itu menggambar garis panjang, dua kotak di ujung, lalu memberi satu titik kecil hampir di bagian terakhir. “Ini apa?” tanya Yabui. “Tempat berhenti.” “Kenapa berhenti?” Anak itu mengangkat bahu. “Karena habis itu sudah sampai.” Jawaban itu dibawa Yabui sampai Stasiun Cisauk. Sore sudah mulai turun ketika ia keluar dari peron dan bergerak menuju skybridge. Koridor panjang itu menghubungkan stasiun dengan kawasan Intermoda di seberang.…

Struk yang Mencetak Perjalanan Kemarin di Jayakarta

  • Post published:
  • Reading time:6 mins read

Anak yang ditemui Yabui sore itu menulis cerita dari belakang ke depan. Bukan karena diminta. Anak itu memang memulai dari tokoh yang sudah sampai di rumah, lalu menulis adegan ketika tokohnya turun dari kendaraan, membeli minum, menyeberang jalan, dan akhirnya menutup cerita dengan kalimat tentang seseorang yang baru bersiap pergi. “Kalau dibaca begini, kan pulangnya dulu,” kata Yabui sambil membalik kertas. Anak itu mengangguk. “Biar dia tahu mau ke mana.” Wawancara selesai ketika cahaya di luar rumah mulai turun. Yabui memasukkan dua lembar cerita ke dalam map, merapikan tas hitam, lalu melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Jayakarta. Ia masih memikirkan susunan…

Helm yang Tetap Menyala Setelah Lampu Padam di Cibitung

  • Post published:
  • Reading time:7 mins read

Anak yang ditemui Yabui sore itu menulis cerita tentang seorang pekerja pabrik yang selalu pulang membawa sesuatu dari tempat kerjanya. Hari pertama membawa sarung tangan, hari kedua membawa baut, hari ketiga membawa kartu makan. Ketika Yabui bertanya kenapa semua barang harus dibawa pulang, anak itu menjawab sambil tetap menulis. “Biar rumahnya tahu dia sudah pulang.” Yabui tidak sempat menanyakan maksudnya karena ayah anak itu datang dari luar sambil membawa helm proyek kuning. Wawancara selesai beberapa menit kemudian. Buku catatan masuk ke tas hitam, dua lembar tulisan anak diselipkan ke map, lalu Yabui berjalan menuju Stasiun Cibitung untuk pulang. Hari sudah…

Langkah yang Masuk ke Earphone di Gondangdia

  • Post published:
  • Reading time:6 mins read

Wawancara sore itu selesai setelah anak yang ditemui Yabui memutar ulang rekaman suaranya sendiri tiga kali. Cerita yang dibuatnya sederhana: seorang anak pulang sekolah sambil menghitung langkah dari gerbang sampai rumah. Setiap kali hitungannya berbeda, anak dalam cerita itu mengulang perjalanan dari awal. “Kenapa harus dihitung?” tanya Yabui. Anak itu mengangkat bahu. “Biar tahu sudah sampai.” Jawaban itu ikut masuk ke rekaman bersama suara kursi yang bergeser dan motor yang lewat di depan rumah. Yabui menyimpan ponsel, memasukkan buku catatan ke tas hitam, lalu berjalan menuju Stasiun Gondangdia. Sore sudah turun ketika ia sampai. Lampu-lampu di bawah atap peron mulai…

Kalimat yang Sama pada Tiga Struk di Tigaraksa

  • Post published:
  • Reading time:7 mins read

Pertemuan terakhir hari itu selesai lebih cepat karena anak yang ditemui Yabui harus berangkat mengaji. Sebelum pergi, anak itu menyerahkan dua lembar cerita yang baru ditulis dan meminta Yabui membaca bagian akhirnya di perjalanan. Yabui memasukkan kertas tersebut ke dalam tas hitam, berpamitan kepada orang tuanya, lalu mencari kendaraan menuju Stasiun Tigaraksa. Langit masih terang, tetapi cahaya sore sudah mulai turun di antara rumah, warung, dan kendaraan yang bergerak menuju jalan utama. Yabui tiba dengan perut lapar. Kereta berikutnya masih cukup lama, sehingga langkahnya berbelok ke sebuah minimarket kecil dekat akses stasiun. Sebotol air, roti, dan kopi kaleng cukup untuk…

Tebet: Kursi yang Selalu Disisakan

  • Post published:
  • Reading time:5 mins read

Sore itu Yabui pulang membawa satu lembar gambar yang belum sempat dimasukkan ke map. Anak yang baru ditemuinya menggambar sebuah keluarga di dalam kereta, tetapi satu orang dibuat berdiri sendirian dekat pintu. Ketika ditanya siapa, anak itu hanya menjawab, “Yang belum dapat tempat duduk.” Jawaban itu masih teringat ketika Yabui turun di Stasiun Tebet untuk menunggu kereta berikutnya. Peron cukup ramai. Beberapa penumpang berdiri menghadap rel sambil melihat ponsel, dua orang berseragam kantor berbicara dekat tiang, dan seorang ibu mengipas anaknya menggunakan bungkus makanan. Bangku di dekat Yabui hampir penuh. Hanya satu kursi di bagian tengah yang kosong. Di atas…

JIS: Gelang untuk Acara yang Belum Ada

  • Post published:
  • Reading time:6 mins read

Wawancara sore itu selesai ketika anak yang ditemui Yabui masih sibuk merapikan kertas gambar. Ibunya datang membawa dua gelas es teh, lalu percakapan bertambah hampir setengah jam karena anak itu masih ingin menunjukkan beberapa cerita yang pernah dibuat. Ketika Yabui akhirnya memasukkan buku catatan ke tas hitam, langit Jakarta Utara sudah mulai berubah warna. Jalan menuju kawasan Jakarta International Stadium masih ramai, tetapi arus orang mulai lebih longgar. Beberapa orang berjalan menuju stasiun, sebagian membawa tas kerja, sebagian mengenakan kaus sepak bola, dan beberapa anak berjalan sambil memegang tangan orang tuanya. Yabui mengikuti arah yang sama karena perjalanan pulang paling…

Manggarai: Karcis Menjelang Magrib

  • Post published:
  • Reading time:6 mins read

Menjelang magrib, orang di Stasiun Manggarai biasanya berjalan sedikit lebih cepat. Ada yang baru turun dari kereta Bogor, ada yang memotong arus menuju tangga, ada pula yang berdiri dekat layar sambil memastikan jalur berikutnya. Yabui baru keluar dari rangkaian ketika ujung sepatunya menyentuh selembar karton kecil di lantai. Benda itu hampir ikut terseret langkah orang lain kalau Yabui tidak lebih dulu membungkuk mengambilnya. Karton itu sebesar dua ruas jari, berwarna cokelat kusam, dengan satu sisi yang sudah lembek seperti pernah terkena air. Bentuknya menyerupai karcis kereta lama yang biasa muncul dalam foto-foto stasiun. Nama Manggarai masih terbaca di tengah, sementara…

Duren Kalibata: Langkah di Bawah Peron

  • Post published:
  • Reading time:6 mins read

Kereta dari arah Bogor belum terlihat ketika seorang laki-laki menjatuhkan sandal jepitnya ke bawah peron Stasiun Duren Kalibata. Bukan kedua-duanya. Hanya sandal sebelah kiri yang terlepas ketika ia mundur memberi jalan kepada penumpang lain, lalu tersenggol tumit seseorang dan jatuh melewati garis kuning. “Waduh.” Laki-laki itu membungkuk. Beberapa orang ikut melihat ke bawah meskipun tidak ada satu pun yang berniat mengambil sandal tersebut. Rel berada beberapa langkah dari mereka, kerikil memenuhi sela bantalan, sementara bagian bawah bibir peron membentuk ruang gelap yang sulit terlihat dari atas. Yabui berdiri tidak jauh dari sana. Ia baru saja turun dari kereta menuju Jakarta…

End of content

No more pages to load