Nambo: Ujung Jalur yang Bergeser
Kereta yang membawa Yabui ke Nambo tinggal menyisakan sedikit penumpang ketika melewati Cibinong. Seorang ibu sudah mengumpulkan kantong belanjaannya ke pangkuan, dua anak sekolah berdiri dekat pintu meskipun kereta belum sampai, sementara lelaki di ujung bangku tertidur dengan tas ransel dipeluk seperti bantal. Dari jendela, bangunan semakin jarang dan bidang-bidang hijau muncul lebih lama di antara rumah, gudang, serta jalan yang sesekali berlari sejajar dengan rel. Yabui sebenarnya tidak punya urusan di Nambo. Pagi itu ia hanya ingin melihat ujung salah satu cabang KRL yang selama ini selalu lewat sebagai nama di peta. Bogor masih memberinya gambaran tentang kota, Jakarta…