Nambo: Ujung Jalur yang Bergeser

  • Post published:
  • Reading time:10 mins read

Kereta yang membawa Yabui ke Nambo tinggal menyisakan sedikit penumpang ketika melewati Cibinong. Seorang ibu sudah mengumpulkan kantong belanjaannya ke pangkuan, dua anak sekolah berdiri dekat pintu meskipun kereta belum sampai, sementara lelaki di ujung bangku tertidur dengan tas ransel dipeluk seperti bantal. Dari jendela, bangunan semakin jarang dan bidang-bidang hijau muncul lebih lama di antara rumah, gudang, serta jalan yang sesekali berlari sejajar dengan rel. Yabui sebenarnya tidak punya urusan di Nambo. Pagi itu ia hanya ingin melihat ujung salah satu cabang KRL yang selama ini selalu lewat sebagai nama di peta. Bogor masih memberinya gambaran tentang kota, Jakarta…

Robot Kuning Pertama

  • Post published:
  • Reading time:5 mins read

“Ayah bikin apa?” Birka berdiri di depan pintu Taman Baca Berehan dengan kedua tangan memegang kusen. Separuh tubuhnya masih berada di luar. Separuh lagi sudah masuk, tetapi matanya lebih dulu menemukan sesuatu yang tergeletak di atas tikar. Warnanya kuning. Ada kepala besar dengan dua telinga pendek. Ada badan dengan lingkaran di bagian dada. Ada tangan dan kaki yang tampak terlalu kaku untuk dipakai berlari. Robot Kuning Dr. Yabui sedang berjongkok di sampingnya. Ia memegang gulungan benang dan sebuah gunting kecil. “Ini Robot Kuning,” kata Ayah. Birka mendekat. “Robot siapa?” “Robot IPOP.” “IPOP siapa?” Ayah belum menjawab. Ia masih mencoba memasang…

End of content

No more pages to load