Malin Kundang: Bekas Luka yang Membongkar Kebohongan

  • Post published:
  • Reading time:11 mins read

Di sebuah perkampungan nelayan di Air Manis, Sumatra Barat, hiduplah seorang perempuan bernama Mande Rubayah bersama anak laki-lakinya, Malin Kundang. Suami Mande telah pergi merantau untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Setelah kepergiannya, Mande menunggu kabar dari seberang lautan. Tahun demi tahun berlalu, sementara suaminya tak kunjung pulang. Mande pun membesarkan Malin seorang diri. Ia bekerja keras memenuhi kebutuhan mereka dan sering membawa anaknya ke mana pun ia pergi. Kebiasaan itu berkaitan dengan sebutan dikundang-kundang, yang berarti dibawa ke mana-mana. Dari sanalah panggilan Malin Kundang dikenal. Malin tumbuh menjadi anak yang pintar dan senang bermain. Sesekali tingkahnya membuat ibunya kerepotan.…

End of content

No more pages to load