Kereta Terakhir dari Stasiun Ancol
Malam itu, Stasiun Ancol tampak seperti tempat yang lupa ditinggalkan. Peron hampir kosong. Hanya satu lampu tua di ujung jalur yang terus berkedip, menyala sebentar, lalu padam sekejap, seolah-olah ada seseorang yang sedang memberi tanda dari kejauhan. Di luar pagar stasiun, angin dari arah laut berembus pelan, membawa bau asin yang bercampur dengan aroma besi basah dan lantai peron yang lembap. Budi duduk di bangku kayu dekat ruang petugas. Jaket birunya tertutup sedikit debu. Di tangan kanannya ada gelas kopi plastik yang sudah dingin sejak setengah jam lalu. Ia sudah hampir lima tahun menjaga stasiun itu, dan selama itu pula…