Mencari Jurnal Tak Perlu Satu per Satu: Belajar Publish or Perish dari Nol
Seorang mahasiswa ingin membuat media pembelajaran untuk skripsinya. Ia sudah membayangkan bentuk medianya. Mungkin video pembelajaran tari, permainan interaktif untuk siswa sekolah dasar, atau media digital untuk membantu siswa menulis cerita. Ketika dosen bertanya, “Sudah membaca penelitian sebelumnya?”, ia membuka Google Scholar. Kata media pembelajaran diketik pada kotak pencarian. Beberapa judul langsung muncul. Satu artikel dibuka, lalu artikel lain, kemudian artikel berikutnya. Ada yang sesuai dengan topik, ada yang hanya mirip judulnya. Sebagian dapat diunduh, sebagian lainnya hanya memperlihatkan abstrak. Setelah cukup lama mencari, folder unduhannya mulai penuh. Namun, ketika diminta menjelaskan penelitian apa saja yang sudah ditemukan, ia masih…