Si Tanggang: Pisang Salai yang Dibuang ke Laut

  • Post published:
  • Reading time:14 mins read

Di sebuah kampung yang terletak tidak jauh dari muara sungai, hiduplah sepasang suami istri bernama Si Talang dan Si Deruma. Mereka mempunyai seorang anak laki-laki bernama Si Tanggang. Keluarga itu hidup dalam kemiskinan. Si Talang dan Si Deruma bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Rumah mereka sederhana, sementara makanan yang tersedia bergantung pada hasil pekerjaan mereka. Sejak kecil, Si Tanggang terbiasa melihat kesulitan yang dialami orang tuanya. Ia sering membayangkan kehidupan yang berbeda, dengan pakaian bagus, rumah besar, serta orang-orang yang menghormatinya. Tanggang ingin menjadi kaya dan terkenal. Keinginan tersebut semakin kuat ketika ia menyaksikan kapal-kapal besar melintas di sungai…

Malin Kundang: Bekas Luka yang Membongkar Kebohongan

  • Post published:
  • Reading time:11 mins read

Di sebuah perkampungan nelayan di Air Manis, Sumatra Barat, hiduplah seorang perempuan bernama Mande Rubayah bersama anak laki-lakinya, Malin Kundang. Suami Mande telah pergi merantau untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Setelah kepergiannya, Mande menunggu kabar dari seberang lautan. Tahun demi tahun berlalu, sementara suaminya tak kunjung pulang. Mande pun membesarkan Malin seorang diri. Ia bekerja keras memenuhi kebutuhan mereka dan sering membawa anaknya ke mana pun ia pergi. Kebiasaan itu berkaitan dengan sebutan dikundang-kundang, yang berarti dibawa ke mana-mana. Dari sanalah panggilan Malin Kundang dikenal. Malin tumbuh menjadi anak yang pintar dan senang bermain. Sesekali tingkahnya membuat ibunya kerepotan.…

Cara Mengajar Kosakata dengan Cerita Pendek: Dragon in the Hall

  • Post published:
  • Reading time:5 mins read

Bel tanda pulang sudah berbunyi sepuluh menit lalu. Lorong sekolah mulai sepi. Hanya terdengar suara sepatu kecil yang bergerak pelan di lantai. Lina berdiri di depan pintu kelas sambil memegang tasnya erat-erat. “The hall is very quiet,” bisiknya. Di ujung lorong, lampu berkedip. Sekali. Dua kali. Lalu mati sebentar. Lina menelan ludah. Ia ingin berlari ke gerbang, tetapi dari arah aula terdengar suara aneh. Tap… tap… tap… Seperti langkah kaki. Namun, langkah itu terlalu berat untuk ukuran manusia. Lina mundur satu langkah. Tangannya menyentuh pintu kelas. “Who is there?” tanyanya pelan. Tidak ada jawaban. Lalu, dari balik bayangan panjang di…

End of content

No more pages to load