TIGA PILAR IPOP
Model Proses IPOP
IPOP membaca proses pembentukan cerita anak melalui lima tahap:
Membayangkan → Merasakan → Meniru → Menyusun → Menulis

Membayangkan
Anak menghadirkan objek, peristiwa, tokoh, suasana, atau dunia tertentu dalam kesadaran. Sesuatu yang pernah dialami, dilihat, dibaca, ditonton, dimainkan, atau dibayangkan mulai menjadi bahan cerita.
Merasakan
Pengalaman yang hadir diberi tekanan rasa. Rasa sayang, takut, sedih, marah, kagum, penasaran, bangga, cemas, atau berharap memberi arah pada cerita yang akan dibangun.
Meniru
Anak mengenali pola dari lingkungan budaya populer. Pola itu dapat berasal dari cerita, film, game, media sosial, bacaan, percakapan, tokoh populer, atau pengalaman menonton dan bermain.
Menyusun
Pengalaman, rasa, dan simbol mulai ditempatkan dalam struktur cerita. Anak memilih tokoh, membangun latar, menghadirkan konflik, dan menentukan resolusi.
Menulis
Cerita menjadi bentuk akhir tempat pengalaman dan imajinasi populer mengendap dalam bahasa. Di sinilah pilihan kata, susunan peristiwa, metafora, tokoh, latar, konflik, dan resolusi dapat dibaca sebagai jejak kerja kesadaran anak.
Jejak IPOP dalam Cerita Anak
IPOP membaca cerita anak melalui unsur-unsur yang dapat dilacak dalam teks. Pembacaan dilakukan melalui bahasa cerita, pilihan simbol, dan susunan naratif yang muncul dalam karya anak.

Tokoh
Tokoh memperlihatkan siapa yang dianggap penting oleh anak dalam dunia cerita. Tokoh dapat berupa anak, keluarga, teman, hewan, robot, makhluk imajinatif, pahlawan, penolong, atau figur yang dikenal dari pengalaman dan budaya populer.
Latar
Latar memperlihatkan ruang tempat pengalaman dan imajinasi ditempatkan. Rumah, sekolah, kampung, pantai, hutan, kota, dunia rahasia, ruang game, atau tempat imajinatif menjadi cara anak membangun dunia cerita.
Konflik
Konflik memperlihatkan tekanan yang menggerakkan cerita. Gangguan dapat hadir sebagai masalah keluarga, kehilangan, ketakutan, pertengkaran, bahaya, misi, kesalahan, ancaman, atau pertarungan antara kebaikan dan kejahatan.
Resolusi
Resolusi memperlihatkan cara anak menutup cerita. Penyelesaian dapat hadir melalui permintaan maaf, pertolongan, keberanian, pemulihan keadaan, kemenangan, perubahan sikap, atau akhir yang menenangkan dunia cerita.
IPOP dalam Linguistik Terapan
IPOP dikembangkan dalam wilayah linguistik terapan karena pusat pembacaannya berada pada bahasa, teks, dan struktur naratif cerita anak. Cerita anak dibaca melalui pilihan diksi, metafora, tokoh, latar, konflik, resolusi, alur peristiwa, dan cara pengalaman hadir dalam bahasa.
Melalui IPOP, bahasa cerita anak menjadi pintu untuk memahami kerja kesadaran. Kata yang dipilih anak, tokoh yang dihadirkan, ruang yang dibangun, konflik yang dimunculkan, serta akhir yang dipilih menjadi jejak operasional untuk membaca hubungan antara pengalaman, budaya populer, dan struktur naratif.
Novel Grafis IPOP

Novel grafis IPOP dikembangkan sebagai media bantu untuk memperkenalkan proses imajinasi populer kepada anak. Media ini memadukan cerita bergambar dengan lembar kerja menulis agar anak dapat mengenali proses membayangkan, merasakan, meniru, menyusun, dan menulis cerita.
Melalui novel grafis IPOP, anak diajak membaca pengalaman yang dekat dengan dirinya, mengenali rasa yang muncul, menemukan pola cerita yang pernah ia lihat atau baca, menyusun tokoh, latar, konflik, resolusi, lalu menuliskannya menjadi cerita.
Untuk Siapa IPOP?
Guru
IPOP membantu guru membaca cerita anak melalui jejak pengalaman, diksi, metafora, tokoh, latar, konflik, dan resolusi. Guru dapat melihat bagaimana anak menyusun pengalaman dan simbol populer menjadi cerita.
Orang Tua
IPOP membantu orang tua mengenali cara anak mengingat, memilih, meniru, membayangkan, dan menyusun pengalaman. Cerita anak dapat menjadi pintu untuk memahami apa yang anak anggap penting, apa yang ia rasakan, dan bagaimana ia menutup sebuah peristiwa dalam imajinasinya.
Peneliti dan Mahasiswa
IPOP menyediakan kerangka fenomenologi-naratif untuk membaca hubungan pengalaman, budaya populer, struktur kognitif naratif, dan bahasa cerita anak.
Anak dan Pendamping Menulis
IPOP dapat digunakan sebagai panduan sederhana untuk menulis cerita melalui lima tahap: membayangkan, merasakan, meniru, menyusun, dan menulis.
Jelajahi IPOP
IPOP membuka cara membaca cerita anak dari jejak yang paling dekat: kata yang dipilih, tokoh yang dihadirkan, ruang yang dibangun, konflik yang dimunculkan, dan akhir cerita yang dipilih. Dari jejak itu, pengalaman anak, budaya populer, dan struktur naratif dapat dipahami sebagai proses pembentukan imajinasi populer.