Nenek Tua Naik Angkot Setan

0
(0)

Jalanan Jakarta malam itu lengang. Hujan yang baru saja reda meninggalkan sisa-sisa genangan di sepanjang jalan raya, menciptakan kilauan di bawah lampu-lampu jalan yang suram. Fajar, seorang pemuda yang baru pulang kerja, menunggu angkot di halte pinggir jalan. Udara malam dingin menyelinap ke dalam jaket tipisnya, membuat tubuhnya menggigil pelan.

“Aduh, lama banget nih angkot!” gumamnya sambil menggosok-gosokkan kedua tangannya, berharap kehangatan datang.

Nenek Tua Naik Angkot Setan
Nenek Tua Naik Angkot Setan

Tidak lama kemudian, sebuah angkot dengan lampu depan yang berkelap-kelip melintas pelan, seperti mengisyaratkan sesuatu. Angkot itu tampak tua, berkarat di beberapa bagian bodinya, dengan cat yang mulai mengelupas. Meski merasa ragu, Fajar tetap melambaikan tangannya. Bagaimanapun, ia ingin cepat sampai di rumah.

Angkot itu berhenti mendadak di depannya dengan suara deritan keras. Pintu belakang terbuka sedikit dan Fajar melangkah masuk. Hanya ada satu penumpang di dalamnya—seorang nenek tua dengan kerudung lusuh, duduk di pojok belakang. Wajahnya tertunduk, rambutnya yang putih dan berantakan sedikit menutupi wajahnya.

“Permisi, Nek,” sapa Fajar, berusaha sopan. Nenek itu tidak merespons, hanya diam di tempatnya, masih menunduk.

Fajar merasa ada sesuatu yang aneh, tapi ia mengabaikannya. Ia duduk di sebelah jendela, berharap perjalanan ini cepat berakhir. Suara mesin angkot terdengar berat, berderum pelan, dan mulai bergerak lagi menyusuri jalanan yang sepi.

Setelah beberapa menit, Fajar merasa suasana dalam angkot semakin dingin. Udara dingin merayap seperti kabut tipis di sekelilingnya. Ia melirik ke arah nenek tua itu. Nenek tersebut masih duduk diam, namun kini ia melihat tangan nenek itu bergetar halus. Tidak nyaman dengan suasana yang makin mencekam, Fajar mencoba mengalihkan perhatiannya ke luar jendela.

Baca Juga:  Pak RT dan Bayangan di Penjara

Tetapi anehnya, jalanan di luar tampak tak berubah. Pemandangan yang sama terus berulang—rumah-rumah yang sama, lampu jalan yang sama. Seperti angkot itu berputar di tempat.

Fajar mulai gelisah. Ia menoleh ke arah sopir, hendak menanyakan tujuannya, tapi suara nenek tua tiba-tiba terdengar pelan dan serak, “Jangan lihat ke depan.”

Deg. Jantung Fajar berdetak kencang. Ia menelan ludah, merasa darahnya dingin. “Kenapa, Nek?” tanya Fajar sambil mengerahkan seluruh keberaniannya. Tapi nenek itu tidak menjawab, hanya menatap kosong ke luar jendela, seolah berbicara pada dirinya sendiri.

Fajar tidak tahan lagi. Ia menoleh ke depan untuk memastikan, dan saat itulah ia menyadari sesuatu yang mengejutkan—tidak ada sopir di balik kemudi. Kemudi angkot bergerak sendiri, memutar jalan dengan halus, sementara pedal gas dan rem seperti dioperasikan oleh kekuatan tak kasat mata.

Seketika, rasa panik menjalari tubuhnya. Fajar ingin berteriak, tapi suaranya tercekik di tenggorokan. Ia berusaha bangkit, namun kakinya terasa lemah. Ketakutan menjalar dari ujung kaki ke ujung rambut.

Angkot terus berjalan, lebih cepat dari sebelumnya. Suasana semakin mencekam saat Fajar menyadari bahwa jalan yang mereka lalui kini diselimuti kabut tebal. Tidak ada lampu jalan, tidak ada rumah, hanya jalanan panjang yang tak berujung.

“Turunlah, Nak. Sebelum terlambat…” suara nenek itu kembali terdengar. Kali ini, nadanya lebih dalam dan menggema, seperti suara yang berasal dari tempat yang sangat jauh.

Baca Juga:  Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekakechuu #09

Fajar langsung menghambur ke pintu belakang, mencoba membukanya. Namun, pintu angkot terkunci rapat. Ia menendang dan mendorong dengan sekuat tenaga, tetapi pintu itu tak bergeming.

Sementara itu, nenek tua di belakangnya perlahan berdiri. Tubuhnya yang kurus tampak menggigil, sementara kepalanya menunduk semakin dalam. Fajar bisa merasakan kehadirannya semakin mendekat, semakin mencekam.

“Nek… Bantu saya keluar…” suara Fajar tercekat saat ia merasa nenek itu mendekatkan wajahnya ke arah punggungnya. Bau busuk menyengat hidungnya, membuat mual.

“Tak ada yang bisa keluar dari sini,” bisik nenek itu tepat di belakang telinganya. Suara itu begitu dingin, seperti es yang merayap di kulit.

Dengan panik, Fajar menoleh, namun yang dilihatnya adalah wajah nenek itu yang sangat dekat dengan wajahnya—wajah pucat dengan mata hitam yang kosong. Bibir nenek itu bergerak pelan, namun suara yang keluar darinya terdengar menyeramkan, seperti teriakan ribuan jiwa yang terjebak.

Dalam kepanikan yang semakin menjadi, Fajar memukul-mukul pintu angkot dengan sisa-sisa tenaganya. Pikirannya kacau balau, seolah tak ada jalan keluar dari situasi ini. Ia memejamkan mata, berdoa dalam hati agar semua ini hanyalah mimpi buruk.

Tiba-tiba, angkot berhenti dengan keras, membuat tubuh Fajar terdorong ke depan. Pintu angkot terbuka sendiri, dan tanpa berpikir panjang, Fajar segera melompat keluar. Kakinya mendarat di atas aspal dingin, tubuhnya terhuyung beberapa langkah sebelum jatuh terduduk.

Baca Juga:  Bayangan Pelarian di Gang Sempit

Dengan napas yang terengah-engah, Fajar menoleh ke belakang, mencoba melihat angkot yang baru saja ditinggalkannya. Tapi, angkot itu menghilang. Tidak ada jejak ban, tidak ada suara mesin, hanya jalanan kosong yang sunyi.

Fajar berdiri perlahan, masih tak percaya dengan apa yang baru saja dialaminya. Jalanan di sekelilingnya kini kembali normal—ada lampu-lampu jalan, dan beberapa kendaraan lain melintas seperti biasa. Udara dingin yang tadi menyelimutinya pun perlahan menghilang, digantikan oleh kehangatan malam Jakarta.

Dengan gemetar, Fajar merogoh saku celananya, mengeluarkan ponsel, dan melihat jam di layar. Waktu menunjukkan pukul 11 malam. Ia tidak tahu berapa lama ia berada di dalam angkot itu, tapi rasanya seperti sudah berjam-jam.

Fajar berjalan pelan menuju arah rumahnya, masih merasa lemas. Setiap langkah terasa berat, seolah-olah kengerian dari angkot itu masih mengikutinya.

Sesampainya di rumah, Fajar langsung merebahkan tubuhnya di kasur. Tapi, sebelum ia sempat memejamkan mata, terdengar suara dering dari ponselnya. Fajar mengangkatnya dengan tangan gemetar.

Suara di seberang sana adalah suara perempuan tua yang sama.

“Kau tidak pernah benar-benar keluar, Nak. Kami selalu menunggu…”

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

This Post Has 863 Comments

  1. Goodness, even if establishment іs atas, mathematics serves ɑs
    the makе-or-break subject in developing confidence іn calculations.

    Jurong Pioneer Junior College, formed fгom ɑ tactical merger, ρrovides a forward-thinking education tһat emphasizes China preparedness аnd worldwide engagement.
    Modern schools provide outstanding resources fօr commerce,
    sciences, аnd arts, fostering ᥙseful skills and creativity.
    Students delight іn enhancing programs like international
    collaborations аnd character-building efforts.Τhe college’ѕ supportive community promotes resilience аnd management tһrough diverse co-curricular activities.
    Graduates аre welⅼ-equipped for dynamic careers, embodying care аnd constant enhancement.

    Nanyang Junior College excels іn championing
    multilingual efficiency аnd cultural quality, masterfully
    weaving tоgether rich Chinese heritage ԝith contemporary
    global education tⲟ form positive, culturally
    agile citizens ѡho aгe poised to lead іn multicultural contexts.
    Ꭲhe college’s sophisticated facilities, consisting ⲟf specialized STEM
    labs, carrying ⲟut arts theaters, аnd language immersion centers, support robust programs іn science,
    innovation, engineering, mathematics, arts, аnd liberal arts
    that encourage innovation, crucial thinking,
    ɑnd artistic expression. In a dynamic ɑnd inclusive community, students
    tаke pɑrt іn management opportunities suh аs trainee governance roles аnd global exchange programs
    ԝith partner organizations abroad, ԝhich widen tһeir point of views and build
    vital global proficiencies. Τһe emphasis on core values ⅼike
    stability and strength iѕ incorporated іnto life throuցh mentorship plans, social ѡork initiatives,
    and wellness programs tһаt cultivate psychological intelligence ɑnd individual
    development. Graduates ᧐f Nanyang Junior College consistently stand ⲟut іn admissions t᧐ top-tier
    universities, promoting a happy tradition of exceptional
    accomplishments, cultural gratitude, ɑnd a deep-seated passion f᧐r continuous sеlf-improvement.

    Іn additі᧐n bеyond institution facilities, emphasize ᥙpon math in ⲟrder tօ stop common pitfalls including
    inattentive blunders іn tests.
    Parents, competitive mode engaged lah, solid primary
    maths results for improved science comprehension ɑs wеll as engineering dreams.

    Alas, lacking solid mathematics ⅾuring Junior College, evеn leading
    institution children could struggle in secondary calculations, ѕo develop this immediɑtely leh.

    Mums and Dads, fearful of losing mode ⲟn lah,
    strong primary mathematics leads fօr improved scientific understanding аs welⅼ as engineering aspirations.

    Oh, maths acts like the foundation pillar f᧐r primary education, aiding children f᧐r geometric
    analysis іn design paths.

    Good grades in A-levels mean less debt fгom loans іf yoᥙ ɡet
    merit-based aid.

    Listen up, composed pom ρi pі, maths remains pаrt from thе
    leading disciplines at Junior College, establishing
    groundwork fоr A-Level advanced math.
    Аpart Ьeyond institution resources, focus with mathematics іn orⅾer to stop typical pitfalls
    including inattentive errors іn assessments.

    Aⅼѕo visit mу blog post … Raffles Institution Junior College

  2. safe gambling practices

    For a comprehensive guide to casinos that offer fast payouts, refer to this page If you’re a
    player who enjoys betting big and reaping equally significant
    rewards, high roller casinos are tailored for you. In Australia, players have access to several resources designed
    to promote safe gambling practices and provide support to those who
    may be experiencing problems. Live dealer games are for
    those who enjoy the thrill of the casino floor but prefer
    the comfort of their home.
    You can even take your favourite games on the go with their mobile apps.

    As one of the most iconic brands in online gambling, there’s no question that you’ll have heard of 888 Casino.
    With plenty of e-Wallet deposit options, this
    has become a favourite among Aussies, with the added positive
    of being able to play with Aussie bucks.
    With the powerful Mansion group and their reputation behind them, you can feel
    safe and secure playing online at Casino.com knowing that you are in the hands of a reputable poker site.

    Some safe Australian casinos online let you play a lot
    of their games for free in demo mode. Ricky Casino might be a new
    AU gambling site but it has already become one of the most popular
    safe online casinos among Aussie punters. Through honest reviews of best online
    casino in Australia and guidance on selecting the right platform, we
    empower players to maintain control over their gambling habits.

  3. 28bet

    Heya! I’m at work surfing around your blog from my new iphone
    4! Just wanted to say I love reading through your blog and look forward to all your posts!

    Carry on the outstanding work!

  4. JetBlack

    Hi there! This article couldn’t be written much
    better! Reading through this post reminds me of my previous roommate!

    He constantly kept talking aboout this. I amm going to send this article
    too him. Fairly certain he will have a good read.
    Many thanks for sharing!

    Feel free to visit my webpage … JetBlack

  5. sc88

    I got this web page from my pal who shared with me on the topic of this site
    and now this time I am browsing this web site and reading
    very informative articles or reviews here.

  6. h2 math tuition singapore

    Personalized guidance fгom OMT’s skilled tutors assists pupils overcome math obstacles, cultivating ɑ genuine connection to the subject ɑnd ideas for
    examinations.

    Join օur small-grⲟup on-site classes іn Singapore for customized assistance іn a nurturing environment tһat constructs strong fundamental math skills.

    Ӏn a system where math education һaѕ actuɑlly progressed tо foster innovation aand global competitiveness,
    registering іn math tuition ensures trainees
    remain ahead ƅy deepening their understanding and application օf essential concepts.

    Math tuition helps primary trainees master
    PSLE ƅy enhancing tһe Singapore Math curriculum’ѕ bar modeling method fⲟr visual
    analytical.

    Identifying аnd correcting сertain weaknesses, ⅼike in possibility ⲟr coordinate geometry,
    mаkes secondary tuition vital fⲟr O Level quality.

    Ultimately, junior college math tuition іs crucial to protecting tօp A Level resᥙlts,
    oρening up doors to respected scholarships and college chances.

    OMT’s custom-mаde educational program uniquely enhances tһe MOE structure
    ƅʏ providing thematic systems tһat connect math topics tһroughout primary tⲟ JC
    degrees.

    OMT’ѕ online system complements MOE syllabus ᧐ne, helping yoᥙ tackle PSLE math easily and mսch better ratings.

    In Singapore, ԝhere parental participation is key, math tuition ߋffers organized assistance fоr home support towards
    exams.

    Also visit my web blog … h2 math tuition singapore

Leave a Reply