Tersesat di Stasiun Juanda

0
(0)
Tersesat di Stasiun Juanda
Tersesat di Stasiun Juanda

Malam itu, jam menunjukkan pukul 22.30 ketika Sari keluar dari peron Stasiun Juanda. Hujan deras mengguyur Jakarta sejak sore, membuat jalanan basah dan berkilauan di bawah lampu jalan yang redup. Ia baru saja selesai menghadiri pernikahan seorang teman di kawasan Kota dan harus kembali ke rumahnya di Bekasi.

Namun, ada satu masalah kecil: kereta terakhir sudah berlalu.

Sari merasa bodoh karena terlalu lama berfoto bersama teman-temannya hingga lupa waktu. Kini, ia terjebak di stasiun yang sepi, hanya ditemani suara gemericik air hujan yang turun dari atap dan bayangan kursi-kursi kosong di peron.

“Yah, gimana nih? Taksi online mahal, ojek nggak ada,” gumam Sari sambil melihat ponselnya. Baterai tinggal lima persen, sinyal pun timbul tenggelam.

Ia memutuskan untuk berjalan ke luar stasiun, mencari angkutan umum yang mungkin masih lewat. Namun, saat mencapai pintu keluar, ia mendapati gerbang sudah terkunci.

“Eh, seriusan? Kok bisa kayak gini?”

Sari berbalik menuju peron, berharap menemukan petugas. Tapi langkahnya terhenti ketika dia menyadari sesuatu yang aneh: suasana stasiun berubah.

Lampu-lampu di peron menjadi lebih redup dari sebelumnya, dan ada kabut tipis yang melayang di udara, membuat pandangan menjadi buram. Yang lebih aneh lagi, suara hujan di luar tiba-tiba menghilang, digantikan oleh keheningan mencekam.

Baca Juga:  Gerbong Kosong di Stasiun Bogor

“Hello? Ada orang nggak?” seru Sari, suaranya menggema di seluruh stasiun.

Tidak ada jawaban.

Dengan sedikit ragu, ia berjalan ke arah loket, berharap menemukan seseorang di sana. Tapi ketika ia sampai, loket itu kosong. Bahkan, kertas-kertas dan kursi di dalamnya terlihat seperti tidak tersentuh selama bertahun-tahun.

“Ini apaan sih? Kayak film horor,” gumamnya.


Sari mencoba menelepon, tetapi ponselnya tiba-tiba mati, meskipun tadi baterainya masih tersisa lima persen. Panik mulai merayap, namun ia mencoba menenangkan diri.

“Ini pasti cuma kebetulan. Mungkin aku kecapekan,” katanya kepada diri sendiri.

Ia memutuskan untuk menunggu di peron hingga pagi. Tapi saat ia kembali ke sana, peron yang tadi ia lalui tidak lagi sama. Kini, relnya tampak seperti tidak berujung, menghilang ke dalam kegelapan.

Yang membuat Sari makin ketakutan adalah adanya kereta tua yang tiba-tiba berhenti di salah satu jalur. Kereta itu berwarna hijau kusam dengan jendela-jendela buram yang terlihat seperti tidak pernah dibersihkan.

Kereta itu tidak seharusnya ada di sana.

Pintu salah satu gerbong terbuka perlahan, mengeluarkan suara derit yang menyayat telinga.

Sari melangkah mundur, tubuhnya gemetar. Tapi rasa penasaran mengalahkan ketakutannya. Ia mendekati pintu gerbong itu, mencoba melihat ke dalam.

Di dalamnya, ia melihat barisan kursi yang dipenuhi oleh penumpang. Mereka semua duduk diam, tetapi ada yang aneh: wajah mereka tidak terlihat jelas, seperti tertutup bayangan gelap.

Baca Juga:  Sepatu Hantu di Rel Citayam

Tiba-tiba, salah satu dari mereka menoleh ke arah Sari, seolah-olah menyadari kehadirannya.

“Ikutlah,” kata suara berat dari dalam gerbong itu, membuat Sari melonjak mundur.


Sari berlari sekuat tenaga, kembali ke peron lain. Napasnya tersengal, dan jantungnya berdetak kencang. Tapi kemana pun ia berlari, stasiun itu terasa seperti labirin yang tidak berujung.

Ia berhenti di salah satu sudut dan berusaha menenangkan diri. Namun, suara langkah kaki mulai terdengar, mendekat dari arah kegelapan.

“Siapa di sana?!” teriaknya, suaranya parau.

Tidak ada jawaban, hanya langkah kaki yang semakin mendekat. Sari bersandar ke dinding, memejamkan mata sambil berharap semuanya hanya mimpi buruk.

Saat ia membuka matanya, ia menemukan dirinya kembali di peron awal, tepat di tempat ia berdiri saat pertama kali menyadari stasiun ini berubah.

Namun, kali ini, suasananya berbeda. Lampu kembali terang, dan suara hujan terdengar lagi di luar. Tidak ada kabut, tidak ada kereta tua, tidak ada langkah kaki.

Sari terduduk lemas di lantai peron, matanya menatap kosong ke depan.


Keesokan paginya, petugas menemukan Sari tertidur di bangku peron. Mereka membangunkannya, dan ia segera menceritakan apa yang ia alami.

Namun, petugas hanya tersenyum simpul. “Mbak mungkin mimpi aja. Tapi kalau boleh tahu, Mbak ada di peron mana tadi malam?”

“Peron tiga,” jawab Sari cepat.

Baca Juga:  Siang Tenang, Malam yang Menyimpan Rahasia

Petugas itu terdiam sejenak, sebelum berkata pelan, “Peron tiga itu sudah lama nggak dipakai. Keretanya berhenti di sana cuma kalau ada kejadian darurat… atau kalau ada yang tersesat.”

Selesai.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

This Post Has 906 Comments

  1. Timothyriz

    Наиболее частыми основаниями для выбора такого формата становятся длительный запой, тяжелое течение похмельного синдрома, выраженный тремор, отсутствие сна, тревога, слабость, обезвоживание и жалобы на сердцебиение. Дополнительное значение имеют хронические заболевания сердца, сосудов, печени и нервной системы, на фоне которых выход из запоя может переноситься тяжелее.
    Изучить вопрос глубже – [url=https://vyvod-iz-zapoya-v-staczionare-sankt-peterburg-19.ru/]вывод из запоя в стационаре[/url]

  2. Williamcress

    Эти преимущества делают вывод из запоя на дому с медицинским контролем оптимальным решением для тех, кто хочет быстро и безопасно вернуться к нормальной жизни без необходимости посещать клинику.
    Выяснить больше – http://vyvod-iz-zapoya-na-domu-ekaterinburg-18.ru/

  3. Peterfab

    В этом обзорном материале представлены увлекательные детали, которые находят отражение в различных аспектах жизни. Мы исследуем непонятные и интересные моменты, позволяя читателю увидеть картину целиком. Погрузитесь в мир знаний и удивительных открытий!
    Более того — здесь – [url=https://perm-pb.ru/kak-intoksikaciya-razrushaet-mentalnoe-zdorove/]наркологическая помощь на дому в самаре[/url]

  4. RodolfoCom

    Непрерывный мониторинг витальных показателей — ключевое отличие стационарного формата, обеспечивающее безопасную детоксикацию. В палатах клиники «Элегия Мед» установлены системы отслеживания частоты пульса, сатурации, температуры и артериального давления, данные с которых автоматически передаются в электронную медицинскую карту. Медицинский персонал дежурит круглосуточно, что обеспечивает мгновенную реакцию на ухудшение состояния: коррекцию инфузионной терапии, введение симптоматических препаратов, привлечение смежных специалистов при необходимости. Такая организация процесса исключает хаотичное назначение средств, предотвращает полипрагмазию и гарантирует, что каждый этап детоксикации проходит под строгим клиническим контролем. При необходимости применяются дополнительные методы очищения крови, включая плазмаферез, который эффективно помогает вывести стойкие токсины и метаболиты, не удаляемые стандартной инфузионной терапией.
    Ознакомиться с деталями – [url=https://vyvod-iz-zapoya-v-staczionare-sankt-peterburg-18.ru/]нарколог вывод из запоя в стационаре[/url]

  5. Jamestwino

    Мы собрали для вас самые захватывающие факты из мира науки и истории. От малознакомых деталей до грандиозных событий — эта статья расширит ваш кругозор и подарит новое понимание того, как устроен наш мир.
    Подробнее – [url=https://life-sovet.ru/effektivnoe-vosstanovlenie-pri-silnoj-alkogolnoj-intoksikacii/]срочный вывод из запоя на дому[/url]

  6. KevinBom

    Мы гибко переключаемся между форматами: старт в палате краткого наблюдения, продолжение в дневном стационаре и амбулаторные встречи с телемедицинскими чек-инами по 10–15 минут. Решение принимается по рискам: повторная рвота, выраженная тахикардия/скачки АД, спутанность сознания, эпизоды судорог/психозов — безусловные показания к наблюдению. При стабилизации сна и витальных возвращаемся к амбулаторному графику, чтобы уменьшить сенсорную нагрузку и быстрее встроить новые навыки в обычный быт.
    Изучить вопрос глубже – http://narcologicheskaya-klinika-pervouralsk0.ru

Leave a Reply