Bayangan di Atap Stasiun Gondangdia

5
(1)

Bayangan di atap Stasiun Gondangdia
Bayangan di atap Stasiun Gondangdia

Hujan baru saja reda malam itu, menyisakan gemerlap air yang memantulkan lampu jalan di sekitar Stasiun Gondangdia. Jam di dinding menunjukkan pukul 22:45, waktu di mana kebanyakan orang sudah bergegas pulang atau memutuskan untuk menunggu hingga pagi.

Tapi tidak untuk Rian, petugas keamanan stasiun. Sebagai penjaga malam, tugasnya memastikan semuanya berjalan lancar, terutama menjelang waktu tutup. Ia menyusuri peron yang kini kosong, hanya ditemani suara tetesan air dari atap yang bocor.

Namun, malam itu terasa berbeda.

Saat Rian memeriksa salah satu sudut stasiun, dia merasa seperti sedang diawasi. Dia menoleh ke belakang, tetapi tidak ada siapa-siapa. Hanya ada bayangan tiang listrik yang terlihat samar di lantai.

“Ah, mungkin cuma capek,” gumamnya, mencoba menenangkan diri.

Rian melanjutkan tugasnya, memeriksa pintu masuk dan memastikan tidak ada penumpang yang tertinggal. Tapi ketika dia sampai di ujung peron, dia mendengar suara aneh—seperti langkah kaki kecil di atas atap stasiun.

“Tok… tok… tok…”

Ia menghentikan langkahnya, menajamkan telinga. Langkah itu berhenti sesaat, lalu terdengar lagi, semakin cepat, seolah seseorang sedang berlari.

“Siapa di atas?!” seru Rian, suaranya menggema di stasiun kosong.

Tidak ada jawaban. Hanya suara langkah itu yang kini terdengar makin mendekat, seperti melingkari atap.

Rian menyalakan senter dan mencoba mencari sumber suara, tetapi atap terlalu gelap untuk dilihat dengan jelas. Ketika dia mengarahkan cahaya ke salah satu sudut, dia melihat sesuatu yang membuat bulu kuduknya berdiri: bayangan hitam melesat cepat, melompati jarak antara dua bagian atap.

Baca Juga:  Obrolan Gelap di Warung Kopi

“Ini nggak masuk akal…” bisiknya.


Rian memutuskan untuk kembali ke ruang kontrol, berharap bisa memantau situasi dari kamera keamanan. Sesampainya di sana, dia segera memeriksa layar monitor.

Awalnya, semuanya tampak normal—peron kosong, lorong bersih, pintu terkunci. Tapi ketika dia memperbesar salah satu kamera yang mengarah ke atap, dia melihatnya.

Sebuah bayangan hitam berdiri diam di tepi atap, tampak mengintip ke bawah.

Bayangan itu tidak memiliki bentuk yang jelas, seperti kabut gelap yang terus bergerak pelan. Rian mencoba menghubungi rekan kerjanya melalui radio, tetapi tidak ada jawaban.

“Ini nggak bisa didiamkan,” pikirnya.

Ia mengambil keberanian dan berjalan keluar lagi, kali ini menuju tangga darurat yang mengarah ke atap. Tangannya gemetar saat memegang senter, dan langkahnya terasa berat.

Saat mencapai atap, suasana sunyi. Hanya terdengar angin malam yang membawa aroma sisa hujan.

“Siapa di sini?!” teriak Rian, mencoba terlihat berani.

Tiba-tiba, sesuatu bergerak di sudut matanya. Dia mengarahkan senter ke arah itu, tetapi yang dia temukan hanya genteng basah.

Namun, ketika dia menoleh ke belakang, bayangan itu sudah berdiri tepat di depannya.


Bayangan itu tidak memiliki wajah, tetapi ada sesuatu yang terasa mencekam darinya. Rian mundur selangkah, hampir terpeleset.

“Apa… apa yang kau mau?” tanyanya dengan suara parau.

Bayangan itu tidak menjawab. Sebaliknya, ia bergerak perlahan mendekati Rian, membuat udara di sekitarnya terasa dingin dan berat.

Baca Juga:  Angkot Biru Muda No 44 Kalimalang Karet dan Penumpang Misterius

Rian mencoba berlari, tetapi kakinya seperti terpaku di tempat. Bayangan itu kini hanya berjarak beberapa inci darinya.

Ketika dia sudah hampir menyerah, suara derit pintu terdengar dari bawah. Tiba-tiba, bayangan itu berhenti dan menoleh. Seolah-olah suara itu telah mengalihkan perhatiannya.

Dalam sekejap, bayangan itu lenyap, meninggalkan Rian yang terduduk lemas di atap.


Keesokan harinya, Rian menceritakan kejadian itu kepada kepala stasiun. Namun, tidak ada yang percaya padanya. Kamera keamanan juga tidak menunjukkan apa-apa.

“Ah, mungkin cuma kecapekan, Ri,” kata salah satu rekannya sambil menepuk bahunya.

Namun, Rian tahu apa yang dia lihat. Dan setiap kali hujan turun di malam hari, ia tidak bisa berhenti memikirkan bayangan itu, yang sepertinya masih mengintai dari atas Stasiun Gondangdia.

Selesai.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

This Post Has 323 Comments

  1. Sofort Auszahlung Casinos

    Du meldest dich neu in einem Casino an und bekommst als Belohnung, noch bevor du einen Cent einzahlst, eine kleine Anzahl an Freispielen gutgeschrieben. Alles, was
    du mit diesen Freispielen gewinnst, ist sofort echtes Geld und kann (sofern die Mindestauszahlung erreicht ist) direkt ausgezahlt werden. Normalerweise musst du Gewinne aus Freispielen 30x, 40x oder öfter umsetzen,
    bevor du sie auszahlen kannst. Welche Arten von Freispielen ohne Einzahlung gibt es?
    🥳 Kostenlos spielen, ohne eigenes Geld einzusetzen
    Während du in einigen Casinos vielleicht nur 20 Freispiele erhältst,
    könnten andere Anbieter großzügigere 50 Freispiele oder mehr anbieten. Dies bedeutet,
    dass du mit etwas Glück tatsächlich echtes Geld gewinnen kannst, ohne selbst Geld investieren zu müssen.
    Meistens ist es nämlich so, dass du deinen besten Bonus oder deine Freispiele ohne Einzahlung, die du zu Beginn erhältst,
    erst 100-mal in Slots verwenden musst, bevor du diese auszahlen lassen kannst.
    Geschrieben wann du dir deinen Echtgeld Bonus auszahlen lassen kannst.

    References:
    https://online-spielhallen.de/verde-casino-bonus-ohne-einzahlung-25e-gratis-sichern/

  2. Häufig handelt es sich um solche, die bereits
    schlechte Erfahrung mit nicht lizenzierten Anbietern machen mussten. Es hat gute Gründe, warum manche Spieler die Regulierung des deutschen Glücksspielmarkts sehnsüchtig
    erwartet haben. Aber auch einer Sofortüberweisung sowie der Zahlung mit Giropay steht in der Regel nichts im Wege.

    Um Schwierigkeiten mit den Behörden wegen seiner Vorstrafen aus dem Weg zu gehen, soll
    er nur eine Lizenz als Restaurantmanager beantragen, um „vorläufig“ die Geschäfte zu führen in der Erwartung, dass die tatsächliche Entscheidung über die Lizenz niemals getroffen werden wird.
    18 Minuten von Luxemburg-Stadt entfernt, bietet der Veranstaltungsraum CHAPITO Unternehmen sein Know-how an. Entweder installieren Sie dafür eine eigenständige App,
    oder Sie nutzen das Sofortspiel direkt im Browser.

    References:
    https://online-spielhallen.de/cosmo-casino-erfahrungen-mitglied-von-casino-rewards/

Leave a Reply