Rantai yang Berbunyi Sendiri

5
(1)

Pohon Tua

Malam itu, suasana di gang sempit terasa lebih sunyi dari biasanya. Langit hitam tanpa bintang, angin sesekali berhembus dingin, membuat pohon-pohon tua bergoyang pelan. Sepi, hanya suara langkah kaki Dimas yang sesekali bergema di jalan berbatu itu. Ia baru saja pulang dari warung kopi di ujung gang, tempat biasanya ia nongkrong dengan teman-temannya. Namun, malam ini terasa berbeda—tidak seperti malam-malam biasanya yang ramai dengan canda tawa.

Saat melangkah semakin dalam ke gang, tiba-tiba terdengar suara aneh. Cling… Cling… Cling… Suara rantai yang beradu dengan batu, perlahan namun konsisten. Dimas berhenti sejenak. Jantungnya berdebar. Ia memutar pandangan, mencari sumber suara, namun tidak ada apa-apa di sekitarnya. Sekitar gang gelap, hanya beberapa lampu rumah yang masih menyala remang-remang.

“Siapa di situ?” tanyanya dengan suara serak, mencoba menenangkan dirinya sendiri. Tidak ada jawaban, hanya suara rantai yang semakin mendekat. Cling… Cling… Suara itu makin keras, seolah-olah ada sesuatu yang menyeret rantai dari balik kegelapan.

Perasaan tidak nyaman mulai menyergap Dimas. Ia menelan ludah, lalu mempercepat langkahnya. Namun, semakin ia berjalan cepat, semakin suara rantai itu terdengar mendekat. Cling… Cling… Kali ini, suara itu terdengar begitu dekat, seolah berada tepat di belakangnya. Dimas menghentikan langkahnya lagi, tubuhnya kaku. Perlahan ia menoleh ke belakang.

Tidak ada siapa pun.

Gang itu kosong, hanya ada dirinya dan bayangannya yang memanjang di bawah cahaya redup dari lampu gang. Suara rantai itu terhenti, dan Dimas merasa semakin gelisah. Keringat dingin mulai mengalir di pelipisnya.

Baca Juga:  One Outs #03

“Enggak, enggak, pasti cuma halusinasi,” gumamnya sambil mencoba menghibur diri.

Namun, ketika ia melangkah lagi, suara rantai kembali terdengar. Kali ini lebih keras, lebih jelas. Cling… Cling… Suara itu seolah menyeret sesuatu yang berat. Rasa takutnya makin membesar. Dimas merapatkan jaketnya, berharap bisa segera sampai di rumah. Langkahnya semakin cepat, hampir berlari, tapi suara itu terus membuntutinya, semakin dekat.

Di tengah kepanikannya, ia melihat sebuah bayangan besar di ujung gang. Bayangan itu diam, tidak bergerak. Jantung Dimas serasa berhenti. Ada sesuatu yang aneh dengan bayangan itu—tinggi, besar, dan… tidak wajar.

“Siapa… siapa itu?” Dimas berbisik pelan, meski ia tahu tidak ada yang akan menjawab. Bayangan itu tetap diam di tempatnya, seperti sedang menunggu sesuatu.

Rasa takut yang semakin menumpuk membuat Dimas tidak berpikir panjang. Ia segera berlari secepat mungkin menuju rumah, berharap bisa keluar dari gang itu secepatnya. Namun, saat ia berlari, suara rantai itu semakin keras, terdengar seperti menghantui setiap langkahnya. Cling… Cling… Cling… Suara itu kini terdengar seperti berlari bersamanya, mengikuti setiap gerakannya. Di tengah ketegangan, ia mendengar sesuatu yang membuat darahnya membeku.

Tertawa. Suara tertawa pelan dan seram, seperti berasal dari balik tembok-tembok gang.

Dimas berhenti tiba-tiba, hampir terjatuh. Suara itu terus terdengar, semakin keras. Ia mengamati sekelilingnya dengan panik, tapi tetap saja, tidak ada yang bisa ia lihat. Hanya gang sepi yang membentang panjang di depannya. Namun suara rantai dan tawa itu terus menghantui telinganya, membuat bulu kuduknya berdiri.

Tiba-tiba, di depannya, rantai panjang jatuh ke tanah dengan suara yang keras. Clang! Rantai itu seakan jatuh dari langit, berkilat-kilat di bawah cahaya lampu. Nafas Dimas terhenti sejenak. Ia mendekati rantai itu dengan langkah ragu, takut tapi penasaran. Baru saja ia hendak menyentuhnya, suara berat dari balik tembok membuatnya melompat mundur.

Baca Juga:  Genjitsu Shugi Yuusha no Oukoku Saikenki Season 2 #02

“Dimas…”

Suara itu pelan, namun cukup jelas untuk membuat Dimas menggigil. Itu bukan suara biasa, terdengar seperti berasal dari dunia lain. Ia ingin lari, tapi kakinya terasa berat, seperti dipaku di tempat.

“Dimas… kamu berani bermain di sini…”

Kepalanya menoleh perlahan, dan ia melihat sesuatu yang membuatnya hampir pingsan. Dari balik tembok gang, muncul sosok dengan rantai melilit tubuhnya. Tinggi, besar, dengan wajah pucat dan mata yang kosong, sosok itu menyeret rantainya dengan langkah pelan. Cling… Cling… Suara rantai yang sejak tadi menghantuinya ternyata berasal dari makhluk ini.

Dimas mundur beberapa langkah, tapi sosok itu terus mendekat, perlahan namun pasti. Ia ingin berteriak, tapi suaranya tercekat di tenggorokan. Sosok itu semakin dekat, hingga akhirnya berada tepat di depannya.

Saat sosok itu mengangkat tangan, Dimas merasa tubuhnya semakin kaku. Ketika ia berpikir semua sudah berakhir, sosok itu berhenti.

“Dimasss… kamu punya utang di warung Pak RT, ya?”

Dimas tertegun. Ia mengerjap beberapa kali, mencoba mencerna kata-kata yang baru saja ia dengar.

Tiba-tiba, suara tawa itu terdengar lagi, kali ini lebih keras, tapi bukan tawa seram seperti sebelumnya. Dimas mulai menyadari ada yang aneh. Ia memandang sosok itu lebih dekat, dan perlahan-lahan sosok itu mengangkat kain yang menutupi wajahnya.

Ternyata, di balik kain itu, tersembunyi wajah Wawan, teman lamanya. “Surprise!” teriak Wawan sambil tertawa terbahak-bahak. “Kena deh lo! Udah gue bilang jangan ngutang terus di warung Pak RT, pasti gue tagih, dong.”

Baca Juga:  Bayangan Pelarian di Gang Sempit

Dimas melongo, antara lega dan kesal. “Lo… apaan sih? Gue kira beneran ada hantu!”

Semua ketegangan yang tadi dirasakannya seketika lenyap. Dimas akhirnya tertawa terbahak-bahak, sambil memukul pundak Wawan yang masih terkekeh. Rantai yang tadi dibunyikan oleh Wawan jatuh ke tanah dengan suara yang kini terdengar konyol.

“Udah, udah! Jangan nakut-nakutin lagi. Gue udah setengah mati takut, tau nggak?” ujar Dimas sambil mengusap wajahnya yang basah oleh keringat.

“Ya abisnya lo gak pernah bayar utang, Dim. Harus digertak dulu biar lo inget!” Wawan tertawa lagi, kali ini lebih keras.

Malam yang tadinya penuh ketegangan berubah menjadi tawa lepas. Ketika akhirnya mereka pulang, Dimas masih menyisakan perasaan lega, sekaligus sedikit malu karena telah ketakutan oleh gurauan temannya sendiri.

Boleh Dong Komennya

Terima kasih sudah membaca sampai akhir! Gimana menurut kalian, apakah twist di cerita ini sesuai dugaan atau malah mengejutkan? Bagikan pendapat kalian di kolom komentar! Kalau punya pengalaman seru atau cerita horor komedi yang mirip dengan cerita ini, jangan ragu untuk cerita juga, ya. Kita diskusi bareng di sini!

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

This Post Has 551 Comments

  1. Davidniz

    Капельница от похмелья нужна не только в случаях тяжёлой интоксикации, но и при более лёгких симптомах, когда пациент ощущает себя уставшим и измотанным, но не может справиться с проблемами самостоятельно. Некоторые из симптомов, при которых капельница может быть особенно полезна, включают:
    Узнать больше – https://kapelnicza-ot-pokhmelya-ekaterinburg-5.ru

  2. Javierstorn

    Срочный домашний выезд особенно важен для семей, которые уже сталкивались с тяжёлыми последствиями алкоголизма и понимают, что обычные попытки «отпаивания» не решают проблему. Врач оценивает не только факт употребления, но и длительность запоя, возраст, наличие хронических болезней, уже принятые медикаменты, риск абстинентного синдрома, состояние сердца и общую нагрузку на организм. Такой формат позволяет анонимно вызвать специалиста, быстро провести необходимые вмешательства и определить, нужен ли только домашний вывод из острого состояния или дальше потребуется кодирование, повторная консультация, реабилитация либо более широкий маршрут помощи при наркомании.
    Детальнее – [url=https://narkolog-na-dom-voronezh-3.ru/]нарколог на дом цена в воронеже[/url]

  3. Harveyglips

    В таких ситуациях врач оценивает риски, определяет тактику лечения и при необходимости рекомендует дальнейшую госпитализацию. Однако во многих случаях помощь на дому оказывается достаточной для стабилизации состояния.
    Разобраться лучше – [url=https://narkolog-na-dom-nizhnij-novgorod.ru/]вызвать нарколога на дом нижний новгород[/url]

  4. JefferyJep

    В Самаре клиника «Частный медик 24» предоставляет круглосуточную помощь по выведению из запоя и снятию симптомов похмелья. Когда человек сталкивается с тяжёлым состоянием после длительного употребления алкоголя, важно вовремя оказать помощь. Врач приедет на дом и проведёт все необходимые процедуры, включая капельницу, которая поможет восстановить водно-электролитный баланс, нормализовать уровень сахара в крови и вывести токсины из организма.
    Углубиться в тему – [url=https://kapelnicza-ot-pokhmelya-samara-2.ru/]капельница от похмелья в самаре[/url]

  5. RandyHox

    Нарколог на дом — это услуга, которая позволяет получить медицинскую помощь в комфортной и привычной обстановке, не выходя из дома. В наркологической клинике «Частный медик 24» в Самаре мы предоставляем профессиональную помощь нарколога прямо на дому. Это идеальное решение для тех, кто испытывает симптомы абстиненции, ломки или алкогольной интоксикации, но не может или не хочет ехать в клинику. Выезд врача на дом позволяет начать лечение сразу, без задержек, минимизируя стрессы и сложности, связанные с поездкой.
    Ознакомиться с деталями – [url=https://narkolog-na-dom-samara-1.ru/]нарколог на дом анонимно[/url]

Leave a Reply