Puisi Cita-Cita oleh Joko Pinurbo: Ulasan

0
(0)

Cita-Cita

karya Joko Pinurbo

Setelah punya rumah, apa cita-citamu?

Kecil saja: ingin sampai rumah 

saat senja supaya saya dan senja sempat

minum teh bersama di depan jendela.

Ah, cita-cita. Makin hari kesibukan

makin bertumpuk, uang makin banyak

maunya, jalanan macet, akhirnya 

pulang terlambat. Seperti turis lokal saja,

singgah menginap di rumah sendiri

buat sekedar melepas penat.

terberkatilah waktu yang dengan tekun 

dan sabar membangun sengkarut tubuhku 

menjadi rumah besar yang ditunggui

seorang ibu. Ibu waktu berbisik mesra,

“Sudah kubuatkan sarang senja 

di bujur barat tubuhmu. Senja sedang 

berhangat-hangat di dalam sarangnya.”


Puisi “Cita-Cita” karya Joko Pinurbo menyuguhkan renungan mendalam tentang makna hidup dan cita-cita yang sering kali berubah seiring berjalannya waktu. Pada awalnya, cita-cita digambarkan sebagai sesuatu yang sederhana namun penuh makna: “ingin sampai rumah saat senja.” Kalimat ini mencerminkan keinginan manusia untuk kembali ke tempat yang nyaman dan aman setelah menjalani hari yang melelahkan. Ini adalah representasi dari keinginan untuk menemukan ketenangan dan kedamaian di tengah kehidupan yang penuh dengan kesibukan dan ketidakpastian.

Joko Pinurbo kemudian menggambarkan realitas kehidupan modern yang kerap kali membuat kita semakin jauh dari cita-cita sederhana tersebut. Kesibukan, keinginan untuk memiliki lebih banyak uang, dan kemacetan lalu lintas menjadi simbol dari kehidupan yang semakin kompleks dan penuh tekanan. “Akhirnya pulang terlambat,” seperti turis lokal yang hanya singgah di rumah sendiri untuk melepas penat, mencerminkan alienasi yang dialami banyak orang dari tempat yang seharusnya menjadi pusat kehidupan mereka. Rumah, yang dalam makna fisik dan metaforis, sering kali menjadi tempat yang semakin jauh dan asing.

Baca Juga:  01 Mengungkap Pendekatan Kualitatif

Dalam bagian terakhir, Joko Pinurbo menghubungkan konsep rumah dengan tubuh manusia itu sendiri. “Waktu yang dengan tekun dan sabar membangun sengkarut tubuhku menjadi rumah besar,” menunjukkan bagaimana tubuh kita, seiring berjalannya waktu, menjadi tempat di mana kita akhirnya kembali dan beristirahat. Ibu waktu, yang berbisik mesra tentang “sarang senja” di dalam tubuh, menjadi simbol dari ketenangan dan kehangatan yang ditemukan dalam diri sendiri. Senja, dengan kehangatannya, adalah metafora dari momen refleksi dan penerimaan, saat kita menyadari bahwa dalam tubuh kita sendiri, kita telah menemukan rumah sejati.

Puisi ini mengajak kita untuk merenungkan kembali cita-cita yang kita miliki dalam hidup. Di tengah kesibukan dan tuntutan hidup modern, Joko Pinurbo mengingatkan bahwa cita-cita yang paling berharga mungkin bukanlah sesuatu yang besar dan ambisius, tetapi sesuatu yang sederhana dan intim: keinginan untuk sampai di rumah, baik dalam arti fisik maupun spiritual. Rumah bukan hanya tempat berlindung, tetapi juga tempat di mana kita bisa merasakan kehangatan, cinta, dan kedamaian. Dalam era di mana waktu sering kali terasa begitu cepat berlalu, puisi ini mengingatkan kita akan pentingnya untuk berhenti sejenak dan menemukan kembali makna dari cita-cita yang paling sederhana.

Puisi “Cita-Cita” adalah pengingat bahwa rumah bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga kondisi mental dan emosional yang kita bangun seiring berjalannya waktu. Ia adalah tempat di mana kita bisa kembali, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara spiritual, untuk menemukan ketenangan dan kebahagiaan yang sejati. Joko Pinurbo dengan indah mengemas gagasan ini dalam puisinya, mengajak kita untuk merenungkan kembali apa yang benar-benar penting dalam hidup.

Baca Juga:  Mengapa Visual Writing Tidak Bisa Lagi Diabaikan? Apakah Era Baru Menulis Tiba?

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

This Post Has 251 Comments

  1. imjtzazxa

    The Gates of Olympus app features: La mejor forma de entender las reglas del juego es jugando Gates of Olympus demo, que podrás encontrar en la mayoría de los casinos online autorizados, o bien en la página oficial de Pragmatic Play. Esta versión es una copia del juego con dinero real, solo que con saldo ficticio que podrás usar a tu manera. Con jugar unos minutos en este simulador, notarás que las reglas son bastante fáciles de entender. Gates of Olympus es una tragamonedas en línea que se destaca por su estructura única de 6 carretes y 5 filas, acompañado de un innovador sistema de cascada en lugar de las tradicionales líneas de pago. Esta característica no solo hace que el juego sea más dinámico, sino que también ofrece múltiples oportunidades de ganar en una sola tirada.
    https://auto-file.org/member.php?action=profile&uid=1257767
    Dominicana xxx Con la finalidad de encaminar a una buena gestión, esta tarde, se llevó a cabo una reunión entre la Dirección General de Administración de la UNH, y personal administrativo, la cual tuvo lugar en el auditorio de la Facultad de Ciencias Empresariales de la Universidad Nacional de Huancavelica. En dicha reunión, el Mtro. Rusbel Ramos… We’re currently offline. Send us an email and we’ll get back to you, asap. Dominicana xxx La Jornada de Pastoral de la Carretera, como dijo Rodríguez Beltrán, es una ocasión para celebrar “no solo una profesión muchas veces invisible, sino una vocación cristiana al servicio del bien común”. “Esta fiesta es vuestra. Que el testimonio de tantos transportistas solidarios siga iluminando nuestros caminos”. En este sentido, García Beltrán ha puesto el foco en la aclaración que hace León XIV al inicio de la carta apostólica, señalando que “se encontró con el borrador de este texto de Francisco y lo ha retocado y lo ha hecho suyo, estando en gran continuidad con la última encíclica”. 

Leave a Reply