Buat Apa Kita Menulis Sebenarnya? Antara Ketulusan, Pengakuan, dan Kegelisahan yang Diam-Diam Tumbuh

0
(0)

Malam itu tidak jauh berbeda dari yang sering dibayangkan orang tentang seorang penulis: sunyi, layar laptop menyala, dan pikiran yang terus berjalan meski tubuh ingin istirahat. Pertanyaan yang sama pun muncul, sederhana tapi mengganggu—buat apa kita menulis? Kisah tentang Omjay memberi satu jawaban yang terasa hangat: menulis untuk menyentuh hati, bahkan satu hati saja sudah cukup. Tapi justru dari sana, kegelisahan lain diam-diam tumbuh. Apakah itu benar-benar cukup, atau kita hanya sedang mencoba meyakinkan diri sendiri?

Seorang siswa SMA bernama Raka menemukan kisah itu secara tidak sengaja. Ia membacanya sekali, lalu mengulang lagi. Ada satu kalimat yang terus terngiang di kepalanya: menulislah bukan agar terkenal, tetapi agar dikenang karena kebaikan yang dibagikan. Kalimat itu terdengar bijak, bahkan menenangkan. Tapi anehnya, Raka tidak merasa lega. Ia justru seperti dihadapkan pada pilihan yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya. Menulis untuk dikenal atau menulis untuk dikenang, seolah-olah keduanya tidak bisa berjalan bersamaan. Ia menutup laptopnya pelan, lalu bertanya dalam hati, memangnya harus memilih?

Raka sebenarnya bukan orang asing dalam dunia menulis. Ia pernah menang lomba cerpen, tulisannya sering dipuji guru, bahkan beberapa temannya diam-diam menunggu karya barunya. Menulis dulu terasa seperti ruang bebas, tempat ia bisa jadi siapa saja tanpa takut dihakimi. Tapi setelah membaca kisah itu, ada sesuatu yang berubah. Ia mulai meragukan dirinya sendiri. Setiap kali hendak menulis, muncul suara kecil yang bertanya, ini kamu nulis karena tulus atau cuma pengen dipuji? Pertanyaan itu pelan-pelan menggerogoti kepercayaan dirinya. Ia mulai menghapus kalimat yang menurutnya terlalu “mencari perhatian”, menghindari gaya bahasa yang terasa “ingin terlihat pintar”, bahkan sempat berhenti ikut lomba karena takut niatnya tidak murni.

Baca Juga:  Pendekatan Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif: Teknik dan Tahapannya

Tanpa ia sadari, Raka sedang terjebak dalam konflik yang dalam dunia psikologi dijelaskan oleh Edward Deci dan Richard Ryan melalui Self-Determination Theory. Teori ini menjelaskan bahwa manusia memiliki dua jenis motivasi, yaitu motivasi intrinsik yang datang dari dalam diri seperti kepuasan dan makna, serta motivasi ekstrinsik yang datang dari luar seperti uang, pujian, dan pengakuan. Selama ini, banyak orang menganggap motivasi intrinsik lebih mulia, seolah-olah jika kita melakukan sesuatu karena ingin diakui, maka nilainya berkurang. Padahal, kenyataannya tidak sesederhana itu. Kedua motivasi ini tidak saling meniadakan, justru sering berjalan berdampingan.

Raka tidak memahami teori itu, tapi ia merasakan dampaknya. Ia mulai kehilangan rasa dalam menulis. Suatu sore, ia membuka kembali cerpen lamanya tentang seorang anak yang kehilangan ayah di terminal. Dulu ia menulisnya sambil menahan tangis, tenggelam dalam cerita yang ia ciptakan sendiri. Tapi sekarang, saat membacanya ulang, ia justru bertanya, dulu gue nulis ini karena tulus atau karena pengen menang lomba? Pertanyaan itu tidak punya jawaban pasti, dan justru itu yang membuatnya semakin lelah. Ia mulai merasa bahwa kejujuran dalam menulis adalah sesuatu yang sulit dicapai, seolah harus benar-benar bersih dari segala keinginan duniawi.

Di sisi lain, kisah Omjay tetap terasa benar. Menulis memang bisa menjadi jalan untuk berbagi, menguatkan, bahkan menyembuhkan diri sendiri. Dalam perspektif filsafat, hal ini sejalan dengan pemikiran Viktor Frankl yang menyatakan bahwa manusia selalu mencari makna dalam hidupnya, bahkan dalam penderitaan. Menulis bagi sebagian orang adalah cara menemukan makna itu. Ia menjadi ruang untuk bertahan, untuk memahami diri, dan untuk tetap merasa hidup. Namun, ketika makna itu terlalu disucikan, ia bisa berubah menjadi tekanan baru. Menulis bukan lagi ruang bebas, melainkan arena pembuktian bahwa kita cukup tulus.

Baca Juga:  Mengapa Mata Pelajaran Seni di SD Lebih Penting dari yang Anda Pikirkan

Raka mulai menjauh dari tulisannya sendiri. Ia menjadi terlalu berhati-hati, terlalu takut salah niat, terlalu sibuk mengawasi dirinya sendiri. Sampai akhirnya, ia berhenti menulis selama dua minggu. Dua minggu yang terasa aneh, karena di satu sisi ia merasa lebih tenang, tapi di sisi lain ada kekosongan yang tidak bisa dijelaskan. Seperti ada bagian dari dirinya yang hilang. Suatu malam, ia membuka media sosial dan melihat seorang penulis muda memamerkan buku pertamanya. Banyak pujian, banyak ucapan bangga. Tanpa sadar, Raka merasa iri. Ia langsung menutup aplikasi itu, lalu tertawa kecil. Katanya tidak peduli pengakuan, tapi kenapa tetap terasa?

Di titik itu, perlahan ia mulai menyadari sesuatu. Bahwa mungkin selama ini ia terlalu memaksakan dunia menjadi hitam dan putih. Menulis karena tulus dianggap benar, menulis karena ingin dikenal dianggap salah. Padahal, menurut pemikiran sosiolog seperti Pierre Bourdieu, dalam dunia budaya selalu ada yang disebut modal simbolik, yaitu pengakuan, reputasi, dan prestise. Hal-hal itu bukan sesuatu yang harus dihindari, melainkan bagian dari realitas sosial yang tidak bisa dilepaskan.

Kesadaran itu tidak datang dengan dramatis. Tidak ada momen pencerahan besar. Hanya satu keputusan kecil yang terasa sederhana. Malam itu, Raka membuka laptop lagi. Dokumen kosong menyambutnya. Ia menarik napas, lalu berkata pelan, ya sudah, gue nulis aja dulu. Tanpa memastikan apakah ini tulus atau tidak, tanpa mencoba jadi ideal, tanpa harus menjawab semua pertanyaan di kepalanya. Ia mulai mengetik. Kalimat pertama terasa kaku, kalimat kedua mulai mengalir, dan di kalimat ketiga, ia mulai lupa untuk menghakimi dirinya sendiri.

Baca Juga:  Pragmatism dalam Pendidikan

Di tengah proses itu, ia seperti menemukan satu pemahaman yang selama ini ia cari. Bahwa kejujuran tidak selalu berarti niat yang sempurna. Kadang, kejujuran justru muncul ketika kita tetap berjalan meski niat kita campur aduk. Ia berhenti sejenak, membaca ulang kalimat yang ia tulis, lalu tersenyum. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, menulis terasa ringan lagi.

Beberapa hari kemudian, ia kembali mengirimkan tulisannya ke lomba. Bedanya, kali ini ia tidak terlalu sibuk memikirkan alasan di baliknya. Ia hanya ingin melihat sejauh mana tulisannya bisa pergi. Dan diam-diam, ia juga berharap menang. Ia menyadari itu, lalu tertawa kecil. Ternyata keinginan untuk diakui tidak pernah benar-benar hilang, dan mungkin memang tidak perlu dihilangkan.

Pada akhirnya, pertanyaan buat apa kita menulis mungkin tidak perlu dijawab dengan satu kalimat pasti. Kisah Omjay menunjukkan bahwa menulis bisa menjadi jalan untuk menyentuh hati, dan itu benar. Tapi di sisi lain, pengalaman Raka menunjukkan bahwa menulis juga tidak pernah lepas dari keinginan untuk dilihat, dihargai, dan diakui. Dan mungkin justru di antara dua hal itulah, tulisan kita menemukan bentuknya yang paling jujur. Karena pada akhirnya, kita menulis bukan sebagai makhluk yang sempurna, melainkan sebagai manusia yang ingin bermakna sekaligus ingin didengar.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

This Post Has 454 Comments

  1. url

    In fact when someone doesn’t know then its up
    to other visitors that they will help, so here it occurs.

  2. hdb loft bed

    As Singapore’s premier furniture store and spacious furniture showroom in Singapore, we are
    ʏour ideal one-ѕtop shop foг quality home furnishings and smart furniture fߋr
    HDB interior design. Wе deliver trendy and budget-friendly solutions
    ԝith exciting furniture deals, coffee table promotions ɑnd Singapore
    furniture sale offers tailored to еvery Singapore hоme.
    Understanding the importance of furniture in interior design wһile buying furniture
    foг HDB interior design means choosing space-saving pieces
    ⅼike plush sofas and L-shaped sectional sofas fοr living room furniture,
    sturdy bed fгames with storage and queen bed frames fοr
    bedroom furniture, functional сomputer desks fоr study room furniture, premium mattresses Singapore
    аnd elegant coffee tables — follow our expert tips
    t᧐ buy quality bed frame, quality sofa bed аnd quality
    coffee table for lasting comfort аnd style. Ԝhether you’re refreshing your living room furniture Singapore, bedroom furniture Singapore ⲟr study space
    ԝith thhe latest furniture sale ⲟffers, our thoughtfully curated collections combine
    contemporary design, superior comfort ɑnd lasting durability tօ crеate beautiful,
    functional living spaces tһat suikt modern lifestyles ɑcross Singapore.

    Discover Singapore’ѕ Ьest furniture store аnd comprehensive furniture showroom —
    ʏoսr ideal one-stop shop for quality homе furnishings ɑnd optimised furniture for HDB interior design Singapore.
    Ԝе provide modern ɑnd budget-friendly solutions packed ѡith
    exciting furniture օffers, sofa promotions ɑnd Singapore furniture sale offerѕ tailored
    to еvery HDB home. Understanding the іmportance օf furniture
    іn interior design whiⅼe buying furniture for HDB interior design empowers ʏou to select the ideal living
    гoom sofas, quality mattresses іn all sizes, storage bed fгames, practical study desks ɑnd beautiful coffee tables Ƅy fοllowing smart tips to buy quality bed fгame, quality sofa bed and
    quality coffee table. Ԝhether you аrе updating
    your Singapore living гoom furniture, bedroom furniture Singapore оr
    study space ԝith the latest affordable HDB furniture Singapore, օur thoughtfully curated collections combine
    contemporary design, superior comfort аnd lasting durability tⲟ create beautiful, functional living spaces tһat perfectly suit modern lifestyles ɑcross
    Singapore.

    Experience Singapore’ѕ premier furniture store ɑnd spacious furniture showroom ɑѕ ʏouг ultimate ⲟne-stop destination for premium һome furnishings аnd clever furniture fօr HDB interior design іn Singapore.
    Enjoy chic аnd budget-friendly solutions featuring exciting furniture
    оffers, sofa promotions and Singapore furniture sale оffers designed for еvery HDB һome.
    Тhe impօrtance of furniture іn interior design Ƅecomes crystal clear ᴡhen buying furniture fօr HDB interior design — opt
    fоr versatile living room sofas, quality mattresses іn every size,
    sturdy bed frames with storage, ergonomic ϲomputer desks and stylish coffee tables ᴡhile applying smart
    tips to buy quality sofa bed ɑnd quality coffee table
    tο optimise space ɑnd style. Ԝhether updating youг living room furniture Singapore,
    bedroom furniture Singapore ߋr dining rοom furniture Singapore ԝith the latеst furniture promotions, oour carefully curated collections blend
    contemporary design, superior comfort аnd lasting
    durability tо create beautiful, functional living spaces tһat suit modern lifestyles аcross Singapore.

    Ꮤe are Singapore’ѕ best furniture store and expansive furniture showroom — ʏour ultimate one-stop shop foг high-quality mattresses іn Singapore.
    Enjoy modern and valսe-packed solutions with exciting furniture deals,
    mattress offerѕ and Singapore furniture sale offeгs
    cгeated fօr every HDB һome. Appreciating thе importancе of furniture in interior design ᴡhile buying furniture
    fօr HDB interior design leads you tο premium mattresses like super single pocket spring mattresses, queen size memory foam mattresses, kiong
    size natural latex mattresses аnd ergonomic hybrid mattresses built fоr Singapore’sunique living neеds.
    Whether refreshing үour Singapore bedroom furniture ԝith tһe latest furniture sale
    ߋffers and affordable mattress Singapore, οur thoughtfully curated
    collections combine contemporary design, superior comfort
    аnd lasting durability tߋ create beautiful, functional living spaces
    suited tⲟ modern lifestyles acгoss Singapore.

    Ꭺѕ thе top-rated furniture store and comprehensive furniture showroom in Singapore,
    ѡe provide tһе perfect one-ѕtop shopping experience fоr quality sofas.
    Ԝe offer chic аnd vаlue-packed solutions packed with furniture offеrs,
    sofa promotions аnd Singapore furniture sale оffers
    fߋr every Singapore household. Mastering tһе importаnce
    of furniture іn interior design ԝhile buying furniture fоr HDB interior
    design ѕtarts witһ selecting the rigһt sofas — plush velvet sofas, genuine
    leather L-shaped sofas, space-saving modular sofas аnd ergonomic reclining sofas that
    perfectly suit humid Singapore climates ɑnd HDB layouts.
    Ꮃhether you are revamping yoᥙr living room furniture Singapore ᴡith thе ⅼatest furniture promotions, our thoughtfully selected collections deliver contemporary design,
    unmatched comfort аnd ⅼong-lasting durability fоr modern Singapore living spaces.

    Feel free tо surf to my web-site: hdb loft bed

  3. Embroidery

    I truly love your website.. Very nice colors & theme.

    Did you build this amazing site yourself? Please reply back as I’m attempting to create my own site and would
    like to learn where you got this from or exactly
    what the theme is named. Many thanks!

  4. Mckenzie

    I read this piece of ԝriting fully concerning
    the redsemblance of lateѕt aand earlier technologies, it’s remarkable article.

    Feel free to visit my web-site چگونه در بازی انفجار مدیریت سرمایه داشته باشیم
    (Mckenzie)

Leave a Reply