Penjaga Pintu yang Menghilang di Gambir

0
(0)
Penjaga pintu gambir

Hujan deras mengguyur Stasiun Gambir malam itu, membasahi jalanan dan trotoar yang tampak lengang. Lampu-lampu stasiun berpendar redup di antara genangan air, memantulkan bayangan kereta yang sesekali melintas. Para penumpang yang terlambat menunggu di ruang tunggu dengan ekspresi lelah.

Ridwan, salah satu penjaga pintu otomatis, sedang berjaga di pintu keberangkatan 3. Sudah sepuluh tahun ia bekerja di Gambir, mengenal setiap sudut stasiun dan kebiasaan para penumpangnya. Namun, malam ini terasa lain.

Pukul menunjukkan hampir tengah malam ketika jadwal kereta terakhir mendekat. Hanya ada segelintir penumpang yang akan naik. Ridwan berdiri di samping pintu, memastikan setiap kartu elektronik berhasil dipindai.

Namun, dari sudut matanya, ia melihat seseorang yang aneh. Seorang pria tinggi kurus dengan mantel panjang hitam berdiri di dekat peron. Kepalanya tertunduk, topinya menutupi sebagian wajahnya. Ridwan merasa tak nyaman, tetapi ia berpikir, Mungkin cuma penumpang biasa.

Pria itu melangkah ke arah pintu keberangkatan. Saat dia mendekat, Ridwan menyadari ada sesuatu yang ganjil: langkah pria itu tidak menghasilkan suara, meskipun lantai di bawahnya basah.

“Selamat malam, Pak. Tiketnya, boleh saya lihat?” tanya Ridwan dengan ramah, meski ada nada waspada dalam suaranya.

Pria itu mengangkat kepalanya perlahan. Wajahnya pucat, dan matanya kosong, seperti tidak melihat apa pun.

Baca Juga:  Kaifuku Jutsushi no Yarinaoshi #10

“Tiket…” katanya pelan, suaranya seperti bisikan angin.

Ridwan merasakan bulu kuduknya berdiri. Dengan tangan gemetar, dia mengarahkan mesin pemindai ke tangan pria itu. Anehnya, pria itu tidak mengeluarkan kartu atau tiket apa pun. Namun, mesin pemindai tiba-tiba berbunyi “beep”, seolah-olah tiketnya sah.

Ridwan terdiam sejenak. Ia ingin menanyakan sesuatu, tetapi pria itu sudah melangkah masuk ke peron tanpa berkata apa-apa.

Malam itu berlalu tanpa insiden lain, tetapi bayangan pria itu terus mengganggu pikirannya.


Keesokan malam, Ridwan kembali berjaga di pintu yang sama. Malam itu lebih ramai daripada biasanya. Beberapa penumpang terlihat tergesa-gesa, membawa koper besar, mungkin menuju perjalanan jauh.

Namun, di antara keramaian, Ridwan melihat sosok pria itu lagi. Kali ini, pria itu berdiri di ujung peron, menatap rel kereta.

“Pak, Anda penumpang?” Ridwan memberanikan diri bertanya sambil mendekatinya.

Pria itu tidak menjawab. Ketika Ridwan hampir menyentuh bahunya, pria itu berbalik tiba-tiba. Wajahnya tetap sama: pucat, kosong, tetapi dengan senyuman tipis yang membuat Ridwan merinding.

“Saya sudah menunggu lama,” kata pria itu.

Ridwan mundur selangkah, bingung. “Menunggu apa, Pak?”

“Kereta saya… belum tiba.”

Ridwan bingung. “Semua kereta sesuai jadwal, Pak. Anda yakin?”

Pria itu mengangguk perlahan, lalu berjalan menjauh ke ujung peron. Ridwan memutuskan tidak mengejarnya.

Namun, tak lama kemudian, terdengar suara gemuruh kereta yang mendekat. Ridwan menoleh, tetapi tidak ada kereta di rel. Hanya angin kencang yang bertiup melewati peron, membawa bau tanah basah yang menusuk hidung.

Baca Juga:  Kereta Lewat, Arwah Bangkit

Ketika Ridwan kembali menatap ujung peron, pria itu sudah menghilang.


Cerita tentang pria misterius itu mulai menyebar di antara para petugas stasiun. Beberapa rekannya mengaku pernah melihat pria serupa, tetapi tidak ada yang berani mendekatinya.

“Katanya, dia bukan penumpang biasa,” bisik salah satu petugas kepada Ridwan.

“Lalu siapa?”

“Ada cerita lama, sekitar sepuluh tahun lalu. Seorang penjaga pintu di sini menghilang tanpa jejak. Katanya, dia tertabrak kereta ketika mencoba menyelamatkan seseorang di rel. Tapi anehnya, tidak ada yang pernah menemukan jasadnya.”

Ridwan merasakan jantungnya berdebar. Malam itu, ia memutuskan untuk berjaga lebih lama dari biasanya.

Pukul sudah lewat tengah malam ketika dia melihat pria itu lagi. Kali ini, pria itu berdiri di dekat pintu keberangkatan, menatapnya langsung.

“Ridwan…”

Ridwan terkejut. “Bagaimana Anda tahu nama saya?”

Pria itu tidak menjawab. Ia hanya mengulurkan tangan, seolah meminta Ridwan untuk mengikutinya.

“Siapa Anda sebenarnya?” tanya Ridwan dengan suara gemetar.

Pria itu tersenyum tipis, lalu berbisik, “Penjaga pintu, seperti kamu.”

Dalam sekejap mata, pria itu menghilang, meninggalkan Ridwan dengan rasa takut dan bingung. Sejak malam itu, Ridwan tidak pernah melihatnya lagi, tetapi bayangan wajah pria itu terus menghantui pikirannya.


Malam-malam di Stasiun Gambir tetap sibuk seperti biasa, tetapi ada satu pintu yang kini selalu dijaga oleh petugas lain. Ridwan, yang dulu bertugas di sana, kini lebih memilih berjaga di ruang kontrol.

Baca Juga:  Rahasia Gelap di Pabrik Tahu

Setiap kali dia melihat kereta terakhir tiba, dia selalu teringat pesan pria misterius itu.

“Penjaga pintu selalu ada, meski tak terlihat.”

Selesai.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

This Post Has 413 Comments

  1. akongcuan

    I have been surfing on-line more than three hours today, yet I by no means found any interesting article like yours. It¦s beautiful price sufficient for me. In my opinion, if all webmasters and bloggers made excellent content as you did, the net might be a lot more useful than ever before.

  2. This is really interesting, You’re a very skilled blogger. I have joined your rss feed and look forward to seeking more of your excellent post. Also, I’ve shared your website in my social networks!

  3. Das Erreichen eines neuen Levels löst dann eine Belohnung wie zum Beispiel 20 oder 200 Freispiele, Bonusgeld etc.
    aus. Wer eine bestimmte Anzahl Punkte gesammelt hat, steigt in ein neues Level auf.
    Reload Boni werden entweder individuell im Konto angeboten oder stehen turnusmäßig an bestimmten Wochentagen zu Verfügung.
    Neue Online Casinos sind hier oft schon einen Schritt weiter und bieten interessante Features für kurzweilige Sessions.
    Für ein neues Online Casino, dass Spiele noch
    nicht auf der Grundlage großer Datenmengen zum Interesse der
    eigenen Kundschaft sortiert, ist dies besonders wichtig.
    Die Regeln sind auch in Curacao streng, lassen aber den Anbietern-Unternehmen weitere
    Freiheiten, beispielsweise beim Zusammenstellen der Transferangebote oder beim Ausgestalten der Boni.

    Die Überzahl der seriösen Online Casinos bewegt sich mit europäischen Glücksspiellizenzen sicher
    im hiesigen Raum. Seither gibt’s in Schleswig-Holstein nur noch Übergangslizenzen, die bis zum Inkrafttreten des neuen deutschen Glücksspielvertrages gelten sollten. Bereits
    im Genehmigungs- und im Sicherheitsbereich gibt’s zwischen den Spielanbietern gewaltige Unterschiede.
    Anhand der Kategorien haben wir das Ranking der Top-Spielanbieter im World Wide Web zusammengestellt.
    Die Komplettzusammenstellungen der Spielanbieter hinterlassen oft jedoch mehr Fragen als Antworten. Die eine
    oder andere Online Casino Liste wirst du auf vielen Webseiten im World Wide Web finden.

    References:
    https://online-spielhallen.de/verde-casino-50-freispiele-sichern-angebot-details/

  4. Hello! I just would like to give a huge thumbs up for the great info you have here on this post. I will be coming back to your blog for more soon.

  5. win369casino

    Alright, win369casino, I’ve spent some time here. Loads decently. Some of their games are kinda addictive so be weary. Try out the games: win369casino

Leave a Reply