
Hujan deras mengguyur kawasan Cipinang malam itu, membuat suasana di Stasiun Cipinang semakin sepi. Stasiun kecil yang dikelilingi oleh deretan gudang tua itu hanya diterangi beberapa lampu kuning yang temaram. Sisa genangan air di lantai peron memantulkan cahaya lampu, menciptakan bayangan yang bergerak-gerak setiap kali angin bertiup.
Tomi, seorang porter yang baru sebulan bekerja di stasiun itu, sedang duduk di bangku panjang sambil menunggu jadwal kereta barang terakhir lewat. Jam menunjukkan pukul 11 malam, dan stasiun sudah hampir kosong. Hanya ada dua penumpang di ujung peron, tampak asyik bermain ponsel sambil menunggu kereta malam.
Di sisi lain rel, berdiri deretan gudang tua yang sudah lama tidak digunakan. Bangunan itu terlihat menyeramkan, dengan dinding yang mengelupas dan jendela-jendela yang pecah. Gudang-gudang itu menjadi bahan cerita horor bagi banyak pegawai stasiun.
“Kamu pernah dengar soal suara dari gudang itu?” tanya Pak Herman, petugas senior yang duduk di sebelah Tomi.
Tomi menggeleng, penasaran. “Suara apa, Pak?”
Pak Herman tersenyum tipis, wajahnya tampak serius. “Kadang, kalau malam-malam begini, ada suara orang memanggil dari sana. Kayak minta tolong. Tapi waktu dicek, nggak ada siapa-siapa.”
Tomi tertawa kecil, meski jantungnya berdebar. “Ah, Bapak bercanda, kan?”
Pak Herman tidak menjawab, hanya menepuk bahu Tomi sebelum beranjak pergi ke ruang kontrol.
Malam semakin larut, dan Tomi tetap di bangku panjang itu, mencoba mengusir kantuk dengan memainkan kunci inggris yang selalu dia bawa. Sesekali, dia melirik ke arah gudang tua di seberang rel. Meski mencoba cuek, ada perasaan tidak nyaman yang terus menghantuinya.
Tiba-tiba, Tomi mendengar sesuatu.
“Tok… tok… tok…”
Suara ketukan pelan terdengar dari arah gudang tua. Dia mendongak, menajamkan telinga. Ketukan itu terdengar lagi, kali ini lebih keras, seperti ada yang mengetuk pintu kayu.
Dia mencoba berpikir logis. Mungkin itu suara kayu lapuk yang bergerak terkena angin. Tapi saat ketukan itu disusul oleh suara lain—suara seperti seseorang memanggil—Tomi merasakan bulu kuduknya berdiri.
“Tolong… Tolong saya…”
Suara itu terdengar lirih, tapi jelas. Datangnya dari arah gudang paling ujung.
Tomi mencoba berdiri, tapi tubuhnya terasa berat. Dia menoleh ke sekitar, berharap ada orang lain yang juga mendengar. Tapi dua penumpang di peron terlihat sibuk dengan ponsel mereka, seolah tidak mendengar apa-apa.
“Tolong…”
Suara itu terdengar lagi, kali ini lebih memelas. Entah karena rasa penasaran atau dorongan keberanian yang mendadak, Tomi mengambil senter dari tasnya dan melangkah menuju rel.
“Tomi, mau ke mana?” seru Pak Herman dari kejauhan.
“Sebentar, Pak. Kayaknya ada orang minta tolong di gudang!” balas Tomi tanpa menoleh.
Pak Herman hanya menggeleng, tidak berusaha menghentikan.
Tomi melintasi rel, lampu senternya menyorot genangan air di jalan setapak menuju gudang. Udara terasa semakin dingin, dan bau lembap khas bangunan tua semakin menyengat. Dia berhenti di depan pintu gudang yang tertutup rapat.
“Permisi… Ada orang di dalam?” panggil Tomi sambil mengetuk pintu perlahan.
Tidak ada jawaban. Hanya keheningan yang menyelimuti malam itu.
Tomi meraih gagang pintu dan mendorongnya. Pintu itu berderit keras, seperti enggan untuk dibuka. Di dalamnya, gelap pekat menyambutnya. Dia mengarahkan senter ke segala arah, mencoba mencari sumber suara tadi.
Ruangan itu kosong. Hanya ada beberapa peti kayu tua dan karung-karung berdebu yang berserakan di lantai.
Namun, saat dia melangkah masuk, pintu di belakangnya tiba-tiba menutup sendiri dengan keras.
“Brakkk!”
Tomi tersentak, berbalik, dan mencoba membuka pintu lagi. Tapi pintu itu tidak bergerak, seperti terkunci dari luar.
“Siapa di sana?! Buka pintunya!” teriak Tomi panik.
Suasana menjadi semakin mencekam. Dari balik peti-peti kayu, terdengar suara langkah kaki. Perlahan, langkah itu semakin mendekat.
“Tok… tok… tok…”
Tomi menyorotkan senternya ke arah suara, tapi dia tidak melihat apa-apa. Keringat dingin mulai membasahi dahinya, dan napasnya semakin memburu.
“Tolong… saya…”
Suara itu terdengar lagi, kali ini sangat dekat, seperti berbisik di telinganya. Tomi memutar tubuhnya dengan cepat, tapi tidak ada siapa-siapa.
Lalu, di sudut ruangan, dia melihat sesuatu. Bayangan seseorang berdiri di dekat jendela yang pecah. Bayangan itu tidak bergerak, hanya berdiri diam.
“Siapa kamu?!” teriak Tomi.
Bayangan itu perlahan-lahan berbalik, memperlihatkan sosok seorang pria dengan wajah yang pucat dan mata yang kosong.
Tomi tidak menunggu lama. Dia melempar senter ke arah bayangan itu dan berlari ke pintu, mencoba membukanya dengan sekuat tenaga. Pintu akhirnya terbuka, dan dia terjatuh ke luar, terengah-engah.
Pak Herman sudah berdiri di luar, menatapnya dengan ekspresi datar.
“Apa yang kamu cari di sana, Tom?” tanya Pak Herman sambil menepuk bahunya.
Tomi tidak bisa menjawab. Dia hanya menoleh ke arah gudang, dan melihat pintu itu perlahan tertutup sendiri, seperti tidak pernah dibuka sebelumnya.
“Kamu lihat tadi, Pak? Ada orang di dalam!” seru Tomi sambil menunjuk ke arah gudang.
Pak Herman hanya tersenyum kecil. “Tomi, gudang itu sudah kosong sejak lima tahun lalu. Kalau kamu dengar suara, biarkan saja. Mereka memang suka main-main di sana.”
Tomi menatap Pak Herman dengan bingung. Kata-kata itu membuatnya semakin merinding.
Malam itu, Tomi bersumpah tidak akan pernah mendekati gudang tua lagi.Selesai.
79xapp, huh? Downloaded it last week. Honestly, not bad! Runs smooth, and the interface is clean. Give it a spin, 79xapp, see what you think.
Wir erklären, wie diese Freispiele funktionieren, wie man sie erhält
und in welchen Casinos sie angeboten werden. Wir geben Tipps,
wie österreichische Spieler das passende Casino für ihre Bedürfnisse finden können. Wir untersuchen, was 20Bet zu
einer ausgezeichneten Wahl für mobile Spieler macht und
welche Besonderheiten es bietet. Wir erklären, wie man diese gratis Spiele nutzen kann und welche Casinos die
besten kostenlosen Spieleoptionen anbieten. Das Spielen in einem österreichischen Online Casino bietet viele Vorteile.
NetBet, als eines der führenden Online Casinos, bietet einen hervorragenden Kundensupport.
Unsere Expertin Jytte hat sich intensiv mit den Top 10
online Spielautomaten beschäftigt. Spielautomaten dominieren die
Branche seit Jahren – und das nicht nur online, sondern auch lokal.
Grund dafür ist mit Sicherheit die Tatsache,
dass diese Kategorie am vielseitigsten ist – anders als klassische Tischspiele, wie
zum Beispiel Roulette oder Blackjack. Umso selbstverständlicher erscheint es, dass viele der großen Anbieter dort zu finden sind.
Erst deutlich später ist es ihnen gelungen, die Produktpalette auch online umzusetzen. Inzwischen sind es mehrere tausend Marken, die rund um
den Globus registriert sind – viele davon sogar in Europa lizenziert.
References:
https://online-spielhallen.de/verde-casino-promo-code-2025-25e-no-deposit-boni/
Acesuperapp – well, they’re trying! The app is pretty decent, and the selection is pretty good. They need some improvements but are making progress. Check them out! acesuperapp
st croix casino
References:
https://talkkro.com/read-blog/15035_online-casinos-mit-sofortuberweisung-2025-casino-mit-sofort-einzahlung.html
game dua oto
References:
https://gitlab.innive.com/reynaldopleasa/1001995/-/issues/1
orleans casino
References:
https://zekond.com/read-blog/306682_gold-river-star-casino-erfahrungen-und-bewertung-casino-guru.html
cache creek casino
References:
https://git.poggerer.xyz/mohammedponce
play online casino
References:
https://qarisound.com/thanhcraddock
isle casino poker
References:
https://socialpix.club/gloryathaldo27
casino 77
References:
https://gitlab.ui.ac.id/huntereichel60