Bocah dan Hantu di Balik Penjara

0
(0)

Iwan ingin lari, tapi rasa penasaran yang luar biasa menghentikannya. Dengan tangan gemetar, ia mengarahkan senter ke celah itu sekali lagi. Saat cahaya redup menembus lubang, ia melihatnya dengan jelas.

Sebuah tangan pucat menjulur keluar dari celah di tembok, seakan mencoba meraih mereka. Tangan itu bergerak pelan, namun dengan niat yang jelas, ingin menjangkau siapa pun yang berada di luar.

Iwan menjerit kencang dan tanpa pikir panjang menarik tangan Udin. Mereka berdua berlari sekencang-kencangnya, meninggalkan tembok penjara yang tampak semakin gelap dan menyeramkan di belakang mereka.

Mereka terus berlari hingga mencapai rumah Iwan. Nafas mereka terengah-engah, tubuh mereka basah oleh keringat. Udin hampir menangis, sementara Iwan masih berusaha mencerna apa yang baru saja ia lihat. Ia tak pernah mengira akan melihat sesuatu yang begitu nyata dan menyeramkan.

“Kita gak akan balik ke sana lagi, kan, Wan?” Udin berkata dengan suara bergetar.

Iwan mengangguk pelan, namun dalam hatinya, rasa penasaran masih membara.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Baca Juga:  Wajah di Jendela Stasiun Cikini

This Post Has 1,628 Comments

  1. av 女優

    An impressive share! I have just forwarded this onto a colleague who was doing a little research on this. And he actually bought me dinner because I found it for him… lol. So allow me to reword this…. Thanks for the meal!! But yeah, thanks for spending time to discuss this topic here on your blog.

  2. hi88

    Incredible! This blog looks exactly like my old one! It’s on a completely different topic but it has pretty much the same page layout and design. Excellent choice of colors!

Leave a Reply