Misteri Penumpang di Stasiun Cikarang

5
(1)
Misteri Penumpang di Stasiun Cikarang
Misteri Penumpang di Stasiun Cikarang

Malam di Stasiun Cikarang terasa lebih sunyi dari biasanya. Angin lembut membawa bau tanah basah setelah hujan sore tadi. Beberapa lampu di peron berkedip-kedip, menciptakan suasana yang nyaris menyerupai adegan film horor. Hanya ada beberapa penumpang yang duduk di bangku panjang peron, menunggu kereta terakhir yang dijadwalkan tiba pukul 11.30 malam.

Raka, seorang petugas keamanan yang bertugas malam itu, sedang berjalan santai di peron. Tugas malam memang cenderung sepi, tapi kadang-kadang ada penumpang yang butuh bantuan, entah itu bertanya tentang jadwal kereta atau sekadar ingin mengobrol untuk mengusir kantuk.

Namun malam ini, ada sesuatu yang terasa berbeda.

Dari kejauhan, Raka melihat seorang pria tua duduk di salah satu bangku peron. Rambut pria itu putih kusut, wajahnya tertunduk, dan dia mengenakan jaket panjang berwarna cokelat tua yang terlihat lusuh. Di sebelahnya, ada tas kecil yang sudah usang.

Raka tidak mengenali pria itu. Sebagai petugas, dia biasanya hafal wajah-wajah penumpang yang sering naik kereta malam. Tapi pria tua ini terlihat asing.

Dengan langkah pelan, Raka mendekati pria itu. “Malam, Pak. Nunggu kereta terakhir, ya?”

Pria itu mengangkat wajahnya perlahan. Matanya kosong, seperti menatap ke kejauhan yang tak terlihat. “Iya, nunggu kereta ke barat,” jawabnya dengan suara pelan dan berat.

Baca Juga:  One Outs #21

Raka mengangguk, meski merasa aneh. Jalur kereta menuju barat malam itu sebenarnya sudah tidak ada jadwal lagi. Kereta terakhir hanya sampai Bekasi, tidak melanjutkan perjalanan ke arah barat.

“Kereta ke barat? Maksudnya ke Jakarta, Pak? Udah nggak ada jadwal ke sana, lho,” ujar Raka.

Pria itu hanya tersenyum tipis. “Ada, pasti ada. Kereta itu selalu datang, walaupun terlambat.”

Raka merasa bulu kuduknya meremang. Senyum pria tua itu terlihat aneh, terlalu dingin untuk ukuran manusia biasa. Namun, dia mencoba mengabaikan perasaannya dan kembali ke ruang kontrol.

Beberapa menit kemudian, suara gemuruh roda kereta terdengar dari kejauhan. Raka segera berlari ke peron, memastikan bahwa kereta terakhir benar-benar datang sesuai jadwal.

Saat kereta mendekat, Raka merasa ada yang janggal. Kereta itu terlihat berbeda dari biasanya. Catnya kusam, lampunya redup, dan gerbong-gerbongnya tampak seperti sudah lama tidak digunakan.

Kereta berhenti perlahan di peron. Pintu-pintunya terbuka dengan suara decit yang nyaring. Raka memperhatikan dengan seksama, tapi yang membuatnya merinding adalah fakta bahwa tidak ada satu pun penumpang yang keluar.

Di dalam gerbong, hanya terlihat bangku-bangku kosong.

Pria tua yang tadi duduk di bangku panjang perlahan berdiri, mengambil tasnya, dan berjalan menuju kereta. Langkahnya pelan, tapi pasti. Ketika dia melewati Raka, pria itu sempat berhenti sejenak.

Baca Juga:  Nasi Uduk dan Tamu dari Dunia Lain

“Terima kasih sudah menemani. Saya harus pergi,” ucap pria itu sambil tersenyum.

Sebelum Raka sempat menjawab, pria itu naik ke dalam kereta. Pintu-pintu menutup perlahan, dan kereta mulai melaju meninggalkan stasiun.

Namun, yang membuat Raka semakin bingung adalah saat dia mengecek layar monitor di ruang kontrol. Tidak ada kereta yang terdaftar melintasi Stasiun Cikarang malam itu.

Kereta itu tidak pernah tercatat.

Keesokan harinya, Raka menceritakan kejadian itu kepada rekan-rekannya. Salah satu dari mereka, seorang petugas senior, mendengarkan dengan ekspresi serius.

“Pria tua dengan jaket cokelat, ya?” tanya petugas senior itu.

Raka mengangguk. “Iya, kenapa? Ada apa?”

Petugas senior itu menarik napas panjang. “Beberapa tahun lalu, ada kejadian kecelakaan kereta di sini. Salah satu korbannya adalah seorang pria tua yang katanya sedang menunggu kereta ke barat. Tapi malam itu, kereta yang ditunggunya nggak pernah datang. Sejak itu, banyak yang bilang dia masih sering terlihat di peron, menunggu kereta yang sama.”

Raka hanya terdiam. Kata-kata pria tua itu terngiang di telinganya. “Kereta itu selalu datang, walaupun terlambat.”

Malam itu, Stasiun Cikarang terasa lebih dingin dari biasanya.

Selesai.

This Post Has 1,131 Comments

  1. nifvfnssj

    Confira mais detalhes do passo a passo para jogar Gates of Olympus. O Gates of Olympus, também conhecido como “jogo do velho do raio“, é um dos slots de 20 centavos mais populares da Pragmatic play. O jogo tem 6 cilindros e 5 linhas, com uma mecânica na qual o jogador ganha ao combinar 8 ou mais símbolos em qualquer posição nos cilindros, dispensando linhas de pagamento tradicionais. Em Gates Of Olympus, símbolos como pedras preciosas, cálice, anel, temporizador de areia e coroa de ouro são trabalhados nos mínimos detalhes e projetados em cores brilhantes. Assim como a principal figura do jogo e da mitologia grega, Zeus! O Gates of Olympus possui diversos símbolos que são responsáveis por definir a premiação do jogador, na linha de pagamento, ao final de cada rodada. Dependendo do símbolo que o apostador tirar, ele poderá ganhar mais ou menos.
    http://jazzaloud.de/?p=58336
    This website is using a security service to protect itself from online attacks. The action you just performed triggered the security solution. There are several actions that could trigger this block including submitting a certain word or phrase, a SQL command or malformed data. A McGames oferece os jogos mais top do momento, como Aviator, Gates of Olympus, Fortune Snake e muito mais. Ao longo deste artigo vai ficar a saber em que casinos online pode encontrar a slot Gates of Olympus, as suas principais características, a nossa experiência com a máquina, dicas úteis, entre outros pontos de interesse! Informação básica do Jogo A McGames oferece os jogos mais top do momento, como Aviator, Gates of Olympus, Fortune Snake e muito mais. A F12bet ficou conhecida no Brasil pelos seus torneios de slots com premiações em dinheiro real, mas as ofertas de rodadas grátis na plataforma também valem a pena. Ao apostar R$200 em slots selecionados, você pode reivindicar 100 giros grátis nos jogos em destaque da semana. Cada rodada grátis tem valor de R$0,20.

Leave a Reply