Panduan Praktis Desain Penelitian Fenomenologi

0
(0)

Penelitian fenomenologi adalah pendekatan kualitatif yang berfokus pada pengalaman subjektif individu terkait suatu fenomena tertentu. Tujuan utama fenomenologi adalah memahami bagaimana seseorang memaknai pengalaman mereka, bukan sekadar deskripsi peristiwa. Dalam pendidikan, fenomenologi sering digunakan untuk mengeksplorasi bagaimana siswa, guru, atau orang tua memahami atau mengalami situasi atau kejadian tertentu, seperti proses pembelajaran, tantangan emosional, atau bahkan dampak teknologi.

Panduan Praktis Desain Penelitian Fenomenologi
Panduan Praktis Desain Penelitian Fenomenologi

Fenomenologi berbeda dari metode penelitian lainnya karena tidak berusaha untuk membuat generalisasi universal. Sebaliknya, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna pengalaman individu dari sudut pandang mereka sendiri. Dalam artikel ini, kita akan membahas panduan praktis untuk merancang penelitian fenomenologi, dengan fokus pada syarat-syarat yang harus dipenuhi, jenis data yang dikumpulkan, instrumen yang digunakan, dan teknik validasi yang diterapkan. Sebagai tambahan, akan diberikan contoh kasus dalam dunia pendidikan untuk memberikan gambaran nyata tentang bagaimana fenomenologi dilakukan.

Syarat-Syarat Penelitian Fenomenologi

Penelitian fenomenologi memiliki beberapa syarat dan prinsip penting yang harus diperhatikan untuk memastikan keabsahan dan relevansinya:

  1. Pengalaman Subjektif sebagai Fokus Utama Fenomenologi menekankan pada pengalaman subjektif individu yang terkait dengan fenomena yang diteliti. Ini berarti bahwa penelitian harus berfokus pada bagaimana seseorang memaknai atau mengalami peristiwa tertentu, bukan pada pengukuran objektif fenomena tersebut. Oleh karena itu, peneliti harus memastikan bahwa subjek yang terlibat dalam penelitian benar-benar memiliki pengalaman langsung dengan fenomena yang menjadi fokus penelitian.

Contoh: Dalam konteks pendidikan, peneliti bisa mengeksplorasi pengalaman siswa dengan pendidikan daring selama pandemi COVID-19, memahami bagaimana mereka memaknai perubahan dari pembelajaran tatap muka ke pembelajaran daring.

  1. Epoche atau Penangguhan Asumsi Salah satu prinsip utama dalam fenomenologi adalah epoche, yang mengharuskan peneliti untuk menangguhkan asumsi atau prasangka mereka mengenai fenomena yang diteliti. Hal ini berarti peneliti harus mendekati pengalaman partisipan dengan pikiran terbuka dan tanpa bias, mencoba memahami perspektif mereka secara murni.
Baca Juga:  Realisme dalam Pendidikan

Contoh: Jika seorang peneliti memulai penelitian tentang pengalaman siswa dalam kelas hybrid, peneliti harus menahan diri dari prasangka tentang efektivitas metode tersebut dan benar-benar mendengarkan perspektif siswa.

  1. Kedalaman Pengalaman Penelitian fenomenologi membutuhkan penggalian pengalaman secara mendalam. Peneliti harus mengajak partisipan untuk merenungkan pengalaman mereka dan memberikan deskripsi yang detail dan reflektif mengenai apa yang mereka rasakan, pikirkan, dan alami.

Contoh: Jika penelitian fenomenologi difokuskan pada pengalaman guru yang mengajar siswa dengan kebutuhan khusus, peneliti harus mengeksplorasi lebih dalam bagaimana guru merasakan tantangan tersebut, bagaimana mereka memaknainya, dan bagaimana mereka beradaptasi dengan situasi itu.

  1. Sampel yang Terbatas tetapi Relevan Dalam fenomenologi, sampel biasanya relatif kecil, karena penelitian ini tidak bertujuan untuk menghasilkan generalisasi, tetapi untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang pengalaman individu. Partisipan harus dipilih berdasarkan keterlibatan langsung mereka dengan fenomena yang diteliti, dan kemampuan mereka untuk merenungkan pengalaman tersebut.

Jenis Data dalam Penelitian Fenomenologi

Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian fenomenologi bersifat kualitatif, dengan fokus pada pengalaman dan refleksi subjektif partisipan. Data utama yang digunakan adalah:

  1. Wawancara Mendalam Wawancara mendalam adalah teknik pengumpulan data utama dalam penelitian fenomenologi. Peneliti harus mendorong partisipan untuk menceritakan pengalaman mereka secara mendalam, reflektif, dan detail. Pertanyaan yang diajukan harus bersifat terbuka, yang memungkinkan partisipan untuk mengungkapkan makna dari pengalaman mereka.

Contoh: Dalam wawancara dengan siswa yang mengalami pendidikan daring selama pandemi, peneliti dapat bertanya, “Bagaimana perasaan Anda ketika harus beradaptasi dengan pembelajaran daring? Bagaimana pengalaman tersebut memengaruhi cara Anda belajar?”

  1. Deskripsi Naratif Selain wawancara, deskripsi naratif juga sering digunakan dalam fenomenologi. Partisipan dapat diminta untuk menuliskan refleksi mereka terhadap pengalaman yang telah mereka alami, baik melalui jurnal atau esai singkat.
  2. Catatan Lapangan Peneliti fenomenologi juga sering menggunakan catatan lapangan untuk mencatat observasi mereka tentang perilaku, ekspresi, atau lingkungan partisipan selama wawancara berlangsung. Catatan ini berguna untuk memberikan konteks tambahan atau wawasan non-verbal yang dapat melengkapi analisis.
Baca Juga:  Panduan Praktis Desain Penelitian Korelasi

Instrumen Penelitian dalam Fenomenologi

Instrumen utama dalam penelitian fenomenologi adalah peneliti itu sendiri. Karena fenomenologi bertujuan untuk menangkap pengalaman subjektif partisipan, peneliti harus sangat peka dan terampil dalam melakukan wawancara mendalam dan analisis deskriptif. Selain itu, beberapa alat lain yang dapat digunakan termasuk:

  1. Perekam Suara Perekam suara sangat penting dalam penelitian fenomenologi untuk menangkap detail percakapan selama wawancara mendalam. Ini memungkinkan peneliti untuk kembali mendengarkan wawancara dan memastikan bahwa semua aspek pengalaman partisipan telah ditangkap dengan baik.
  2. Jurnal atau Catatan Pribadi Partisipan Jika memungkinkan, peneliti dapat meminta partisipan untuk menulis jurnal atau catatan pribadi yang menggambarkan pengalaman mereka selama periode waktu tertentu. Ini dapat memberikan wawasan tambahan tentang bagaimana perasaan partisipan berkembang dari waktu ke waktu.
  3. Buku Catatan Peneliti Catatan yang dibuat oleh peneliti selama atau setelah wawancara adalah instrumen penting dalam fenomenologi. Catatan ini dapat mencakup refleksi peneliti tentang wawancara, respons non-verbal dari partisipan, atau pengamatan lain yang relevan dengan penelitian.

Teknik Validasi dalam Penelitian Fenomenologi

Validasi dalam penelitian fenomenologi sangat penting untuk memastikan bahwa hasil penelitian merefleksikan pengalaman partisipan dengan akurat. Beberapa teknik validasi yang sering digunakan meliputi:

  1. Member Check Teknik ini melibatkan pengembalian temuan atau interpretasi awal peneliti kepada partisipan untuk memastikan bahwa interpretasi tersebut sesuai dengan pengalaman mereka. Ini membantu menghindari bias atau kesalahpahaman.

Contoh: Setelah menganalisis wawancara dengan siswa tentang pengalaman pembelajaran daring, peneliti dapat kembali kepada siswa tersebut untuk memverifikasi apakah interpretasi peneliti sesuai dengan pemahaman mereka.

  1. Triangulasi Data Meskipun fenomenologi lebih fokus pada pengalaman subjektif, triangulasi data masih dapat digunakan untuk memperkuat validasi. Peneliti dapat menggunakan wawancara dengan beberapa partisipan yang mengalami fenomena yang sama untuk melihat konsistensi pengalaman mereka.
  2. Refleksi Peneliti Peneliti harus selalu melakukan refleksi terhadap peran mereka dalam penelitian, terutama dalam hal bagaimana prasangka atau bias pribadi dapat memengaruhi proses analisis. Refleksi ini membantu menjaga objektivitas dalam interpretasi data.
  3. Thick Description Dalam fenomenologi, deskripsi mendalam sangat penting untuk memberikan pembaca pemahaman yang kaya dan lengkap tentang pengalaman partisipan. Deskripsi ini harus meliputi detail kontekstual dan emosional dari pengalaman yang diteliti.
Baca Juga:  Metodologi Penelitian Pendidikan di Sekolah Dasar (SD) : “Memahami Tujuan dan Ruang Lingkup”

Contoh Kasus Penelitian Fenomenologi di Pendidikan

Sebagai contoh, bayangkan seorang peneliti ingin mengeksplorasi pengalaman guru yang mengajar selama masa transisi dari pembelajaran tatap muka ke pembelajaran daring. Peneliti memilih lima guru dari sekolah yang berbeda dan melakukan wawancara mendalam dengan mereka. Dalam wawancara tersebut, peneliti meminta guru untuk merefleksikan pengalaman mereka ketika pertama kali diminta untuk mengajar daring, bagaimana perasaan mereka, tantangan apa yang mereka hadapi, dan bagaimana mereka akhirnya beradaptasi.

Peneliti kemudian melakukan analisis deskriptif dari hasil wawancara, mencoba mengidentifikasi tema-tema utama seperti “ketidakpastian awal”, “kurangnya keterampilan teknologi”, dan “strategi adaptasi”. Setelah analisis awal, peneliti kembali kepada guru-guru tersebut untuk melakukan member check dan memastikan bahwa interpretasi peneliti sesuai dengan pengalaman mereka.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

This Post Has 30,179 Comments

  1. aviator betfox

    Aviator has become a leading virtual betting games owing to its
    captivating experience. Players appreciate the timing and strategy involved in aviator betfox .
    Sites like aviator app make it easy to participate the game on smartphones and tablets,
    while tools like aviator predictor apk offer insights for timing bets effectively.
    Even though the experience retains unpredictability, betters find it thrilling and join communities.
    Through aviator login, this platform enhances engagement, establishing it as
    a leading choice for gaming communities.

  2. ib igcse math tutoring

    Connecting components іn OMT’s educational program simplicity shifts ƅetween levels, nurturing continual love foг mathematics ɑnd test ѕelf-confidence.

    Discover tһе convenience ᧐f 24/7 online math tuition ɑt OMT, where engaging resources mɑke finding out fun аnd reliable for all levels.

    With students in Singapore begіnning formal mathematics education fгom the
    first ⅾay and dealing witһ hіgh-stakes evaluations,
    math tuition provides the additional edge needed to accomplish leading efficiency іn this imрortant topic.

    primary school math tuition іs essential for PSLE preparation ɑs it assiswts students master tһe foundational principles ⅼike fractions
    and decimals, ԝhich ɑre greatⅼy tested іn the
    test.

    Wіth the O Level mathematics curriculum periodically evolving, tuition maintains pupils upgraded оn cһanges, ensuring tһey are well-prepared
    f᧐r existing layouts.

    Tuition incorporates pure аnd applied mathematics perfectly, preparing
    pupils fоr tһe interdisciplinary nature of A Level issues.

    Ultimately, OMT’ѕ special proprietary curriculum complements tһe Singapore MOE curriculum ƅy promoting independent thinkers furnished fоr ⅼong-lasting mathematical success.

    Adult accessibility t᧐ advance reports ⲟne, permitting guidance іn tһe house
    f᧐r continual quality improvement.

    Math tuition ρrovides to diverse understanding designs, guaranteeing no Singapore trainee іs left іn thе
    rsce for exam success.

    Ꮮook into my website – ib igcse math tutoring

  3. Hmm it appears like your website ate my first comment
    (it was super long) so I guess I’ll just sum it up what I
    had written and say, I’m thoroughly enjoying your blog.
    I too am an aspiring blog blogger but I’m still new to the whole
    thing. Do you have any tips and hints for novice blog writers?
    I’d genuinely appreciate it. https://Flats99.com/author/22bet5fe/

  4. post natal massage

    This particular blog is worthwhile. Posts including this are often times disregarded, if perhaps truth be shared.
    Quite often the highest quality of the Internet isn’t actually the very most broadly publicized written content, yet rather
    everything else, the forgotten about public with personal blogs that are truly a long way better in comparison with those of main well known people.

    This is this sort of a blog site. My husband and I
    will furnish help and advice, perhaps whenever not persuaded to do it.
    First of all is, always keep creating. Second is,
    maintain composing continually. Lastly is, implement your individual blog site to grow your particular style.
    I am not necessarily a blog writer I guess; I am actually a Postpartum Massage Practitioner.

    I practice Postnatal Massage Therapy, assisting adult females to get well following having a
    newborn baby. It’s satisfying activity. That is what I devote most of my work time engaging in, though I have of course cherished authoring from the time I was
    small. I look over a good number of books and just about every
    single year or so I go through a heap far higher
    than myself personally. haha In the following calendar year, it could be I
    will get really serious regarding blogging. The thing is, it
    still cannot simply just an understanding; the labor of publishing and
    creating often would make a blog site develop in some amount of time.

  5. I leave a response each time I like a post on a site or if I have something to valuable to contribute to the conversation. It’s a result of the fire displayed in the post I looked at.
    And after this article Panduan Praktis Desain Penelitian Fenomenologi.
    I was actually excited enough to post a thought
    🙂 I actually do have 2 questions for you if it’s okay.
    Is it only me or does it give the impression like some of the comments come across like they
    are written by brain dead folks? 😛 And, if you are writing at other online social sites, I’d like to follow you.
    Would you make a list every one of all your community pages like your twitter
    feed, Facebook page or linkedin profile? https://Thepropertybull.com/author/22bet34l/

Leave a Reply