Landasan dan Kerangka (Peta Menuju Penemuan)

0
(0)

Landasan teori

Landasan teori adalah pondasi atau dasar yang kuat dalam sebuah penelitian atau penulisan ilmiah. Bayangkan sebuah bangunan kokoh; landasan teorinya adalah fondasi yang menyangga seluruh struktur bangunan tersebut.Landasan teori berfungsi sebagai penjelas mengapa suatu penelitian dilakukan dan bagaimana penelitian tersebut berhubungan dengan pengetahuan yang sudah ada. Dengan kata lain, landasan teori menunjukkan relevansi penelitian dengan penelitian-penelitian sebelumnya. Selain itu, landasan teori juga membantu menentukan variabel-variabel apa saja yang akan diteliti dan bagaimana hubungan antar variabel tersebut.

Kerangka berpikir

Kerangka berpikir adalah suatu struktur konseptual yang menghubungkan teori-teori, konsep-konsep, dan variabel-variabel dalam sebuah penelitian. Sederhananya, kerangka berpikir adalah peta jalan yang menunjukkan bagaimana peneliti berpikir tentang masalah yang sedang diteliti dan bagaimana berbagai faktor saling terkait.Fungsi kerangka berpikir adalah untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai hubungan antara variabel-variabel yang akan diteliti. Dengan kata lain, kerangka berpikir menjelaskan mengapa peneliti memilih variabel-variabel tertentu dan bagaimana variabel-variabel tersebut diharapkan saling mempengaruhi.

Landasan teori dalam penelitian kuantitatif

Landasan teori dalam penelitian kuantitatif adalah fondasi yang sangat penting. Bayangkan sebuah bangunan kokoh; landasan teorinya adalah pondasi yang menyangga seluruh struktur bangunan tersebut. Sama halnya dengan penelitian, landasan teori memberikan kerangka kerja yang kuat dan jelas sehingga penelitian dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan temuan yang valid.

Baca Juga:  Analisis Perspektif Penelitian

Cara Menulis Landasan Teori dalam Penelitian Kuantitatif

Penulisan landasan teori merupakan bagian penting dalam penelitian kuantitatif. Ini adalah fondasi yang menghubungkan teori dengan praktik penelitian. Berikut adalah langkah-langkah umum dalam menulis landasan teori:

• Pemilihan teori yang relevan: Peneliti harus memilih teori yang memiliki hubungan langsung dengan variabel yang akan diteliti.

• Kajian literatur empiris: Peneliti perlu meninjau hasil penelitian terdahulu yang menguji hubungan variabel yang serupa, serta menyajikan bukti empiris yang mendukung penelitian yang akan dilakukan.

• Pengembangan hipotesis: Landasan teori diakhiri dengan pernyataan hipotesis yang akan diuji melalui pengumpulan dan analisis data.

Contoh studi kasus penelitian kuantitatif : Perubahan yang Terjadi dalam Pendidikan Selama Periode Covid-19

Pandemi Covid-19 telah membawa disrupsi besar-besaran dalam berbagai sektor, tak terkecuali dunia pendidikan. Pembelajaran tatap muka yang selama ini menjadi norma terpaksa beralih ke pembelajaran jarak jauh (PJJ). Perubahan mendadak ini menimbulkan berbagai pertanyaan mengenai dampaknya terhadap proses belajar mengajar, motivasi siswa, dan prestasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengukur secara kuantitatif perubahan-perubahan signifikan yang terjadi dalam pendidikan, khususnya pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) selama periode pandemi Covid-19.Penelitian ini berhipotesis bahwa pembelajaran daring kurang efektif, motivasi belajar siswa menurun selama pandemi, prestasi mata pelajaran praktikal lebih terpengaruh, dan dukungan keluarga serta akses teknologi berkontribusi positif pada motivasi belajar siswa.

Baca Juga:  Mengoptimalkan Pembelajaran Deep Learning melalui Pengembangan Kemampuan Metakognitif Siswa

Kerangka Berpikir dalam Penelitian Kuantitatif

Kerangka berpikir adalah “peta jalan” atau “skema konseptual” yang menjelaskan hubungan antara variabel-variabel yang diteliti dalam sebuah penelitian kuantitatif. Sederhananya, kerangka berpikir menjawab pertanyaan “mengapa” penelitian ini dilakukan dan “bagaimana” variabel-variabel tersebut dihubungkan satu sama lain secara teoritis.

Cara Menulis Kerangka Berpikir dalam Penelitian Kuantitatif

• Penjelasan konsep yang akan digunakan: Setiap konsep yang digunakan harus dijelaskan secara jelas dan spesifik.

• Menunjukkan hubungan konseptual: Hubungan antar konsep dapat dijelaskan secara naratif dengan kalimat yang jelas dan logis, sehingga memudahkan pembaca untuk memahami alur pemikiran peneliti. Selain itu, visualisasi seperti diagram atau peta konsep juga sangat berguna untuk memperjelas hubungan yang kompleks antar konsep

• Fleksibel dan dapat berkembang: Peneliti harus selalu terbuka terhadap temuan-temuan baru yang mungkin muncul selama proses pengumpulan data. Meskipun fleksibel, kerangka berpikir tetap harus berfokus pada tujuan penelitian yang telah ditetapkan sejak awal.

Contoh studi kasus Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara durasi penggunaan media sosial dengan tingkat stres pada 100 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang mengukur frekuensi penggunaan media sosial dan tingkat stres menggunakan skala Likert. Analisis data menggunakan regresi linear menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara durasi penggunaan media sosial dan tingkat stres. Mahasiswa yang menghabiskan lebih dari 3 jam sehari di media sosial cenderung mengalami tingkat stres yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang menggunakan media sosial kurang dari 1 jam per hari. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa penggunaan media sosial secara berlebihan dapat meningkatkan tingkat stres pada mahasiswa.

Baca Juga:  Review of the film "Laskar pelangi"

Perbedaan landasan teori dan kerangka berpikir

Penelitian kuantitatif fokus pada data angka, pengujian hipotesis, dan generalisasi hasil ke populasi yang lebih luas. Data dikumpulkan melalui survei, eksperimen, dan analisis statistik. Penelitian kualitatif lebih mendalam, berfokus pada pemahaman makna, pengalaman, dan perspektif individu. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis teks. Singkatnya, kuantitatif mencari jawaban “berapa banyak”, sedangkan kualitatif mencari jawaban “mengapa”.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

This Post Has 4,769 Comments

  1. Consulte aquí

    Right here is the perfect site for anybody who wants to find out about this topic. You know so much its almost tough to argue with you (not that I really will need to…HaHa). You definitely put a fresh spin on a topic which has been discussed for many years. Wonderful stuff, just great.

  2. pozycjonowanie stron

    I have discovered that smart real estate agents all over the place are getting set to FSBO Advertising and marketing. They are acknowledging that it’s more than merely placing a sign post in the front area. It’s really regarding building relationships with these retailers who later will become consumers. So, when you give your time and energy to encouraging these retailers go it alone – the “Law associated with Reciprocity” kicks in. Good blog post.

  3. Good day! I simply wish to offer you a big thumbs up for your excellent info you have got right here on this post. I am coming back to your website for more soon.

  4. Comfortabl y, the article is in reality the sweetest on this notable topic. I concur with your conclusions and also will eagerly look forward to your coming updates. Simply just saying thanks can not simply be sufficient, for the fantasti c clarity in your writing. I will certainly correct away grab your rss feed to stay privy of any kind of updates. De lightful work and also much success in your business endeavors!

  5. Today, the oddball structure may be seen all through Beijing and stands with the Hen’s Nest and the Water Cube, two iconic venues of the 2008 Olympics, as a symbol of China’s dynamic future as an international superpower.

  6. DABET

    Oh my goodness! Awesome article dude! Thank you, However I am experiencing issues with your RSS. I don’t understand the reason why I cannot join it. Is there anyone else getting identical RSS problems? Anyone who knows the answer will you kindly respond? Thanks.

Leave a Reply