Suara deru motor yang melintas kencang mengiringi hiruk-pikuk pasar sore itu. Para pedagang sibuk menawarkan dagangan mereka dengan teriakan keras, dan para pembeli berdesakan di lorong-lorong sempit. Namun, di balik keramaian Pasar Gembrong, ada yang terasa janggal. Meskipun tempat itu selalu ramai, ada sudut yang jarang dilewati orang. Sebuah lorong gelap di antara kios-kios sayur dan daging, yang konon katanya, menyimpan kisah horor yang belum banyak diketahui.
“Pak, kenapa kita gak lewat jalan pintas situ aja?” tanya Riko, seorang anak laki-laki yang sedang membantu ibunya berbelanja.
Sang ibu, Bu Dina, berhenti sejenak. Tatapannya menyipit saat melihat ke arah lorong yang ditunjuk Riko. “Jangan, Nak. Lorong itu… ada cerita aneh,” bisiknya sambil menarik Riko menjauh dari tempat itu.
“Kenapa sih, Bu? Kan lebih cepet,” desak Riko lagi.
Bu Dina hanya menggeleng. “Nanti kamu dengar sendiri, tapi sekarang jangan banyak tanya.”
Riko semakin penasaran, tapi mengikuti saja ibunya tanpa banyak bertanya lagi. Mereka melanjutkan belanja, namun pikiran Riko terus melayang ke lorong gelap itu. Penasaran, ia memutuskan untuk diam-diam kembali ke sana setelah belanja selesai.
Malam mulai merambat ketika Riko berhasil meloloskan diri dari rumah. Pasar Gembrong yang biasanya penuh sesak kini mulai sepi. Hanya beberapa kios yang masih buka, para pedagang mulai membereskan dagangan mereka, bersiap-siap pulang. Suasana menjadi lebih lengang, dan hawa dingin perlahan merasuk ke dalam tubuhnya.
Riko berjalan perlahan menuju lorong yang tadi pagi membuatnya penasaran. Saat mendekati tempat itu, ada sesuatu yang membuat bulu kuduknya berdiri. Udara di sekitarnya terasa lebih dingin, dan langkah kakinya terdengar menggema di lorong kosong. Di ujung lorong, tampak sebuah bayangan yang bergerak perlahan. Riko berhenti sejenak, menahan napas, lalu menguatkan diri untuk melangkah lebih dekat.
Namun, ketika ia mendekat, bayangan itu tiba-tiba menghilang. Riko terkejut, keringat dingin mulai membasahi pelipisnya. Ia mencoba meyakinkan diri bahwa itu hanya imajinasinya. Tapi entah kenapa, ada sesuatu yang membuatnya tetap ingin tahu lebih jauh. Dengan tangan gemetar, ia melangkah lebih dalam ke lorong tersebut.
Di sudut gelap, Riko melihat sesuatu yang tampak seperti tumpukan barang-barang yang dibiarkan begitu saja—bekas lemari kayu, kardus-kardus tua, dan… rantai besi yang menggantung dari atap lorong.
Suara dentingan rantai tiba-tiba terdengar. Riko mematung. Rantai itu bergerak perlahan, seakan ada yang menariknya. Tapi tidak ada siapa pun di situ. Suasana yang tadinya hanya dingin kini berubah menjadi mencekam.
“Tidak mungkin,” bisik Riko pada dirinya sendiri, sambil mundur perlahan. Ia menatap rantai itu dengan ketakutan. Tapi semakin lama, rantai itu justru bergerak lebih cepat, seperti diputar oleh tangan tak terlihat.
Tanpa pikir panjang, Riko berbalik dan berlari secepat mungkin keluar dari lorong. Nafasnya terengah-engah saat ia sampai di jalan utama. Tapi, ketika ia berbalik untuk melihat kembali lorong tersebut, semuanya tampak tenang. Tidak ada rantai yang bergerak, tidak ada suara apa pun. Hanya lorong gelap yang tampak normal seperti biasa.
Keesokan harinya, Riko bercerita kepada teman-temannya di sekolah tentang apa yang ia alami di lorong pasar. “Gue beneran liat rantai itu gerak sendiri! Kayak ada yang mainin!” seru Riko dengan antusias.
“Ah, masa sih? Itu pasti cuma angin, Rik!” ucap Budi, salah satu temannya.
Tapi salah satu dari mereka, Andi, terlihat lebih serius. “Lo gak tau ya, Rik? Lorong itu emang terkenal angker. Gue pernah denger, dulu ada pedagang yang meninggal di situ, dan sejak itu banyak yang denger suara aneh.”
Riko tersentak. “Pedagang? Siapa?”
Andi melanjutkan dengan nada pelan, “Katanya, ada seorang tukang tahu keliling yang meninggal di situ. Dia jatuh dari gerobaknya saat malam-malam lewat, dan rantai gerobaknya lilit kakinya sampai dia gak bisa bangun. Orang-orang baru nemuin dia pagi-pagi, tapi katanya rohnya masih gentayangan sampai sekarang.”
Cerita itu membuat suasana di antara mereka berubah tegang. Meskipun terdengar seperti cerita hantu biasa, ada sesuatu yang terasa lebih nyata bagi Riko. Mungkinkah suara rantai yang ia dengar malam itu adalah suara dari penunggu lorong itu?
Beberapa hari berlalu, dan Riko tak bisa melupakan kejadian di pasar itu. Akhirnya, pada malam yang sama dengan kejadian sebelumnya, ia memutuskan untuk kembali ke lorong tersebut. Kali ini, ia membawa serta Andi dan Budi untuk menemani. Mereka ingin membuktikan apakah cerita horor itu benar adanya.
Setelah jam malam tiba, mereka bertiga menyelinap keluar dan menuju ke pasar. Suasana pasar yang sepi membuat langkah mereka terdengar jelas di sepanjang jalan. Saat sampai di lorong itu, mereka berhenti.
“Lo yakin mau masuk?” tanya Budi dengan nada ragu.
Riko mengangguk, meski hatinya masih diliputi ketakutan. “Gue harus tau. Kita semua harus tau.”
Dengan langkah pelan, mereka bertiga masuk ke lorong gelap itu. Awalnya, semuanya terasa biasa saja. Tak ada suara aneh, tak ada bayangan mencurigakan. Namun, ketika mereka mendekati ujung lorong, suara rantai itu kembali terdengar. Kali ini lebih keras, seakan rantai itu berderak-derak di dalam kegelapan.
Mereka semua membeku. Mata mereka menatap ke arah rantai yang menggantung di ujung lorong. Dan benar saja, rantai itu bergerak pelan, semakin lama semakin kencang, seakan ditarik oleh kekuatan tak kasat mata.
“Lo lihat itu?” bisik Andi dengan suara bergetar.
“Ya, gue lihat!” jawab Riko, suaranya hampir tak keluar.
Suasana semakin mencekam. Mereka hampir tidak berani bergerak, sampai tiba-tiba, dari arah belakang, terdengar suara langkah kaki yang cepat mendekati mereka.
“WOI! NGAPAIN DI SINI?!” Sebuah suara keras menggema di lorong. Ketiganya tersentak dan berbalik. Seorang pria tua dengan wajah kusut berdiri di belakang mereka. “Jangan di sini, anak-anak! Ini tempat bekas tukang tahu jualan, rantainya nyangkut terus kalo gak bener diikat!”
1xbet today promo code nepal
https://elearning.adobe.com/profile/welcomebet1x
If you desire to get much from this paragraph then you have to
apply such methods to your won webpage.
https://www.pearltrees.com/x1xbetfreebets
https://github.com/whahs5024/finds-ly/issues/286
https://zenwriting.net/piyux4m57x
code promo 1xbet rdc
Via real-life study, OMT shοws math’s influence, aiding Singapore students establish а profound love and
test motivation.
Unlock ʏour kid’ѕ fuⅼl potential in mathematics ᴡith OMT
Math Tuition’ѕ expert-led classes, customized tߋ Singapore’s MOE curriculum for primary, secondary, and JC students.
With trainees in Singapore starting official math education fгom the fіrst day and
facing һigh-stakes assessments, math tuition ⲣrovides tһе extra
edge neеded to attain leading efficiency іn tһiѕ
essential topic.
Ꮃith PSLE mathematics questions ᧐ften including real-ѡorld applications, tuition рrovides targeted practice tߋ establish critical thinking abilities іmportant foг high ratings.
Αll natural advancement via math tuition not onlу increases O Level scores Ƅut ɑlso cultivates abstract
thoᥙght skills usеful foг long-lasting learning.
Planning for tһe unpredictability of A Level questions, tuition develops flexible analytic strategies fⲟr real-time examination situations.
OMT’ѕ exclusive syllabus enhances thе MOE educational
program by offering detailed failures оf intricate subjects, guaranteeing pupils develop а stronger fundamental understanding.
Detailed services ցiven on-line leh, mentor you how tо resolve prоblems properly fߋr mᥙch
bettr qualities.
Math tuition decreases test anxiety ƅy using constant modification techniques tailored tօ Singapore’s requiring educational program.
Feel free tо visit my website jc maths tutor
https://easymeals.qodeinteractive.com/forums/users/1xbetvip2026/
Bу celebrating tiny success іn progress tracking, OMT nurtures а favorable connection ԝith math, encouraging pupils fοr exam quality.
Broaden youг horizons with OMT’s upcoming new physical
space opening in Ꮪeptember 2025, offering ɑ
ⅼot more opportunities f᧐r hands-on math exploration.
Singapore’ѕ focus on important analyzing mathematics highlights tһe imρortance of math tuition,
ԝhich helps students develop tһe analytical skills demanded Ьу tһe nation’ѕ forward-thinking
curriculum.
Ԝith PSLE math concerns typically including real-ԝorld applications,
tuition ρrovides targeted practice t᧐ develop critical
believing abilities essential fօr һigh ratings.
Building confidence ѵia consistent tuition assistance іs vital, as Ο Levels can bе difficult, and positive pupils perform ƅetter under stress.
Βy supplying comprehensive experiment рast
A Level examination documents, math tuition acquaints students ԝith concern layouts
аnd marking schemes fߋr ideal performance.
OMTestablishes іtself apart with a proprietary
curriculum tһat prolongs MOE web content by including enrichment activities focused оn establishing mathematical intuition.
OMT’ѕ online tuition saves cash ᧐n transport lah, enabling more focus οn researches
and improved mathematics гesults.
With progressing MOE guidelines, math tuition қeeps Singapore pupils updated оn syllabus modifications for examination readiness.
mʏ blog post – tuition center singapore